SerambiIndonesia/

Nyabu, Anggota DPRA Ditahan

Anggota DPRA berinisial Ja (37) yang tertangkap nyabu di Balee Peumuda, Gampong Paleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar

Nyabu, Anggota DPRA Ditahan
IST
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH

BANDA ACEH - Anggota DPRA berinisial Ja (37) yang tertangkap nyabu di Balee Peumuda, Gampong Paleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dengan tiga rekannya, Rabu (9/8) sekitar pukul 20.45 WIB, kini ditahan di Polresta Banda Aceh. Oknum anggota dewan dari Partai Aceh (PA) Dapil Aceh Timur itu dibidik dengan Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf A dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Selain Ja, tiga rekannya, HS (35) dan JH (30), keduanya warga Paleuh Blang, serta Zul (36) asal Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, juga diganjar pasal yang sama.

Penelusuran Serambi, sedikitnya ada empat fakta kesalahan yang terlihat dan dilakukan Ja pada saat dan setelah penangkapan. Pertama, oknum anggota DPRA itu terlibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan hasil tes urine positif, begitu juga dengan tiga tersangka lainnya.

Kedua, Ja berusaha menyuap petugas kepolisian yang menangkapnya di lokasi--Tim Melati Polresta dan personel BKO Brimob Polda Aceh.

Berikutnya, Ja memiliki senjata airsoft gun yang ditemukan di dalam mobilnya. Meski menurut petugas kepolisian, pengakuan tersangka Ja, senjata itu dilengkapi surat-surat, sehingga polisi memfokuskan penyidikan kepada penyalahgunaan narkoba.

Fakta keempat, mobil dinas Toyota Innova putih yang digunakan oknum anggota DPRA itu terpasang nomor polisi palsu, yakni BL 1088 XY, dari pelat asli BL 287 AB yang ditemukan di dalam mobil.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH mengatakan pihak kepolisian tidak pernah mentolerir atau memandang apa jabatan dan kedudukannya berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Kapolresta Banda Aceh menjelaskan, keempat tersangka termasuk oknum anggota DPRA tersebut akan ditahan di Polresta untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. “Kami sedang mencari bandar berinisal A yang disebut-sebut pemasok barang terlarang itu, sehingga digunakan bersama-sama oleh Ja, HS, JH, dan Zul,” pungkas Kombes T Saladin.

Kasat Narkoba Kompol Syafran menambahkan, dari penangkapan anggota DPRA bersama tiga tersangka lainnya, tim gabungan menyita barang bukti (BB) sabu-sabu sekitar 7,03 gram yang terbagi dalam dua plastik bening, masing-masing seberat 6,39 dan 0,64 gram. Lalu empat bong (alat isap) yang terbuat dari botol minuman mineral serta satu pucuk senjata airsoft gun. “Senjata airsoft gun itu punya oknum anggota DPRA. Dia mengaku ada suratnya, tapi kami belum lihat langsung. Karena, untuk saat ini kami lebih fokus pada kasus penggunaan sabu,” ujarnya.

Kompol Syafran juga menjelaskan satu dari keempat tersangka itu, yakni HS (35), warga Gampong Paleuh Blang, merupakan ‘penyedia tempat’ di desanya, tepatnya di Balee Peumuda, Gampong Peleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. “Penangkapan keempat tersangka berawal dari informasi yang kita peroleh dari masyarakat. Warga di sana sudah cukup gerah dengan pesta sabu yang dilakukan para tersangka di desa mereka. Beberapa kali sudah dilarang, tapi tidak diindahkan, sehingga kabar itu pun kita terima,” demikian Kasat Narkoba.(mir)

fakta di balik
penangkapan ja

* Ja terlibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan hasil tes urine positif
* Ja berusaha menyuap polisi
* Ja memiliki senjata airsoft gun meski menurutnya dilengkapi surat-surat
* Ja menggunakan mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi palsu, yakni BL 1088 XY

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help