SerambiIndonesia/

Oknum Anggota TNI yang Pukul Polantas Ikut Pendidikan Militer di Aceh, Begini Kisahnya

Usai tamat sekolah, anak ketiga dari lima bersaudara ini mendaftar masuk TNI pada 2010. WS mengikuti pendidikan militer di Aceh.

Oknum Anggota TNI yang Pukul Polantas Ikut Pendidikan Militer di Aceh, Begini Kisahnya
TRIBUNNEWS.COM
Serda WS ditahan di ruang tahanan Denpom 

SERAMBINEWS.COM, PEKANBARU - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan oknum TNI Serda Wira Sinaga yang memukul anggota Polresta Pekanbaru, Bripda Yoga Fernando, Kamis (10/8/2017).

Saat itu Bripda Yoga sedang menjalankan tugasnya sebagai Polantas.

"Atas kejadian itu (oknum TNI pukul Polantas), saya mohon maaf dan anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Riau," kata Gatot di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Gatot mengaku anggotanya itu mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan tindakan tidak terpuji.

Menurutnya, Serda Wira Sinaga sebenarnya sedang menjalani konsultasi di salah satu rumah sakit jiwa di Riau.

"Wartawan di Riau bisa cek di rumah sakit jiwa mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini, saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," ujar Gatot.

Baca: Beredar Video Anggota TNI Pukul dan Tendang Polantas di Jalan Raya

Gatot menjelaskan, TNI tidak bisa langsung memecat anggota yang memukul Polantas tersebut. Sebab, untuk melakukan pemecatan harus ada proses hukum.

Sementara anggota tersebut menderita sakit jiwa.

Dandrem 031/WB Brigjen TNI Abdul Karim memperlihatkan oknum TNI, Serda WS, pelaku pemukulan terhadap Bripda Yoga Vernando di ruang tahanan Detasemen Polisi Militer 1/3 Pekanbaru, Jumat (11/8/2017).
Dandrem 031/WB Brigjen TNI Abdul Karim memperlihatkan oknum TNI, Serda WS, pelaku pemukulan terhadap Bripda Yoga Vernando di ruang tahanan Detasemen Polisi Militer 1/3 Pekanbaru, Jumat (11/8/2017). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)

"Kan diproses tapi dia sakit jiwa tapi tetap kami proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana. TNI tidak akan mengeluarkan, memecat anggota tanpa proses hukum," papar Gatot.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help