SerambiIndonesia/

PA akan Bawa Kasus Ja ke Musyawarah Internal

PARTAI Aceh (PA) belum mengumumkan sikap resmi terkait kasus sabu yang menimpa Ja, salah seorang kader partai itu yang duduk di DPRA

PA akan Bawa Kasus Ja ke Musyawarah Internal
Jubir PA

* Ketua BKD: Ja Terancam Dipecat

PARTAI Aceh (PA) belum mengumumkan sikap resmi terkait kasus sabu yang menimpa Ja, salah seorang kader partai itu yang duduk di DPRA. Pertanyaan yang kini mengemuka apakah PA akan menjatuhkan sanksi terberat bagi Ja seperti Pergantian Antarwaktu (PAW) atau memecatnya dari partai?

Menanggapi pertanyaan itu, Juru Bicara PA, Suadi Sulaiman atau yang akrab disapa Adi Laweueng belum bisa memastikan. Ia mengatakan, internal PA akan melakukan musyawarah pimpinan terlebih dulu untuk kasus Ja.

“Internal partai akan segera membicarakan kasus yang bersangkutan, saat ini musyawarah face to face belum kita lakukan, karena unsur pimpinan partai sedang berada di luar daerah, mungkin dalam dua hari ini sudah ada keputusan akhir terhadap yang bersangkutan,” sebut Adi Laweueng, menjawab Serambi, Jumat (11/8).

Ditanya apakah PA akan mem-PAW-kan Ja, Adi Laweung juga belum bisa menjawab. Ia mengatakan, itu merupakan proses dan ada prosedur tersendiri yang diatur oleh internal partai. Namun ia memastikan, akan ada satu keputusan terburuk bagi Ja jika memang terbukti melakukan perbuatan tersebut. “Tapi itu nantinya hasil putusan akhir setelah musyawarah partai,” katanya.

Partai Aceh, kata Adi Laweung, akan tetap menaati semua proses hukum yang berlaku. Partai akan menunggu apa pun yang diputuskan oleh penegak hukum. Sementara di internal partai tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap Ja. “Kita juga perlu tegaskan, PA sejak awal anti terhadap narkoba,” pungkasnya.

Terancam dipecat
Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRA, Tgk Akhyar A Rasyid mengatakan, Ja terancam dipecat dari jabatannya sebagai anggota DPRA karena perbuatannya itu. Namun, hingga kemarin, BKD belum mengambil keputusan, karena belum menggelar rapat internal dengan pimpinan dan semua anggota kehormatan di DPRA.

“Sudah saya panggil anggota tadi, tapi banyak yang di luar daerah. Jadi, senin nanti baru kita gelar rapat untuk membahas persoalan ini, sementara belum ada keputusan atau belum ada sikap yang kita ambil,” kata Tgk Akhyar kepada Serambi, Jumat kemarin.

Ditanya apakah BKD akan mengambil sanksi tegas terrhadap Ja, Tgk Akhyar mengatakan, bisa saja hal itu dilakukan, tergantung dari tindak kesalahan yang dilakukan dan dari hasil keputusan bersama anggota BKD nantinya.

“Man peu kesimpulan laen, kon tacok kesimpulan aju tayue PAW. Peu peukara panyang that man, nyan kesimpulan musti tacok, cuma goh taduek rapat lom. (Apa kesimpulan lain, ya kita minta di PAW (ke partai). Apa persoalan lagi, itu kesimpulan yang mesti kita ambil, tapi kita belum duduk rapat),” kata Tgk Akhyar.

Ia mengatakan, kesalahan yang dilakukan Ja merupakan kesalahan fatal dan telah mencoreng nama DPRA. Ia juga mengatakan, sebenarnya BKD tidak perlu menunggu terlalu lama lagi untuk mengambil keputusan, karena semua sudah jelas. “Ini sudah jelas semua, sudah diberitakan, jadi sebenarnya tidak perlu tunggu laporan lagi. Tapi kita tetap harus duduk rapat, itu yang lagi kita tunggu,” sebutnya.

Akhyar juga mengatakan, mungkin dalam kasus ini nanti, BKD tidak perlu sibuk-sibuk karena bisa jadi internal partai akan lebih dulu mengambil keputusan. “Mungkin bisa jadi partai akan langsung PAW yang bersangkutan, kita tunggu saja. Silakan juga konfirmasi hal ini ke ketua partai atau ke ketua fraksinya,” kata Akhyar.

Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Iskandar Usman Alfarlaky yang dihubungi Serambi kemarin mengaku sedang di luar daerah. “Saya sekarang sedang di Provinsi Lampung, ada agenda pertemuan dengan DPRD Lampung. Saya belum mendapat laporan detail terkait masalah tersebut,” kata Iskandar.(dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help