SerambiIndonesia/

Sebelum Tewas, Seseorang Pernah Antarkan Lamborghini ke Rumah Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem

Johannes Marliem merupakan provider produk automated fingerprint identification system (AFIS) merk L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Sebelum Tewas, Seseorang Pernah Antarkan Lamborghini ke Rumah Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem
TRIBUNNEWS.COM
Johannes Marliem 

Sebuah akun Instagram dengan nama @mir_at_lgc membenarkan bahwa insiden di Beverly Grove melibatkan Johannes Marliem, yang disebutnya dengan inisial "JM".

Akun tersebut juga mengatakan bahwa rumah yang menjadi lokasi insiden di kawasan Beverly Grove itu merupakan rumah Johannes Marliem.

"Ya, itu rumahnya. Saya pernah mengantar Lamborghini Aventador SV Roadster untuknya ke sana," tulis akun @mir_at_lgc, ketika ditanyai soal adanya kaitan kematian JM dengan insiden di sebuah rumah di Beverly Grove.

Dikatakan pula bahwa dua orang yang keluar dari rumah tersebut, yang sebelumnya disebutkan merupakan seorang perempuan dan seorang anak, adalah anggota keluarganya.

"Orang-orang yang keluar dari rumahnya itu adalah putri dan istrinya," lanjut akun @mir_at_lgc.

Baca: Ini Jumlah Nominal yang DIterima Setya Novanto Dalam Proyek E-KTP

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sudah mendapat kabar tentang meninggalnya Johannes Marliem di AS.

"Saya dapat informasi bahwa benar yang bersangkutan, Johannes Marlien sudah meninggal dunia," ucap Febri, di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Info soal meninggal dunia penyebabnya apa ‎kami belum dapat info rinci. Kematian yang bersangkutan itu domain dari aparat penegak hukum disana," tambah Febri.

Diketahui Johannes Marliem merupakan provider produk automated fingerprint identification system (AFIS) merk L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Dia juga disebut sebagai saksi kunci dalam kasus mega korupsi e-KTP.

Dalam wawancara dengan Majalah Tempo, Johannes Marliem dikatakan memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP, yang juga dihadiri oleh Ketua DPR RI.(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help