SerambiIndonesia/

Irwandi: Saman Kebudayaan Gayo yang Kini Dimiliki Dunia

"Dengan resmi, Pagelaran Tari Saman Massal 10.001 penari yang jumlahnya sudah terkoreksi menjadi 12.262, saya nyatakan dibuka. Hidup Gayo!,"

Irwandi: Saman Kebudayaan Gayo yang Kini Dimiliki Dunia
Istimewa
Gubernur Aceh, drh H Irwandi Yusuf M Sc, saat membuka secara resmi, pagelaran Tari Saman Massal 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tari Saman merupakan hasil karya masyarakat Gayo yang kini dimiliki dunia. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Unesco yang telah menetapkan Tari Saman sebagai warisan Budaya Dunia tak Benda, pada tahun 2011 lalu.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, drh H Irwandi Yusuf M Sc, dalam sambutan saat membuka secara resmi, pagelaran Tari Saman Massal 12.262 Penari, dalam rangka memecahkan rekor MURI, yang di pusatkan di Stadion Seribu Bukit, Minggu (13/8/2017).

"Masyarakat Gayo Lues yang menciptakan Tari Saman. Tari Saman sudah ditetapkan oleh Badan Dunia Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda, pada tahun 2011," tegas Gubernur.

"Dengan resmi, Pagelaran Tari Saman Massal 10.001 penari yang jumlahnya sudah terkoreksi menjadi 12.262, saya nyatakan dibuka. Hidup Gayo!," pekik Gubernur memantik semangat para peserta Tari dan seluruh masyarakat yang memadati Stadion Seribu Bukit.

Gubernur menambahkan, setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berkewajiban untuk mempromosikan Tari Saman ke seluruh penjuru dunia.

Berbagai langkah telah ditempuh oleh pemerintah, yaitu dengan aktif mensosialisasikan Tari Saman pada kegiatan-kegiatan berskala lokal, nasional maupun dunia. Bahkan, pada tahun 2014 Pemkab Gayo Lues dan Dinas Pariwisata Aceh, telah menggelar Tari Saman Massal 5.005 penari.

Antusiasme masyarakat saat itu juga sangat tinggi. Jumlah penari yang berhasil dicatat oleh tim dari MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada saat itu adalah 5.057 penari. Dan, MURI mengganjar pagelaran Tari Saman Massal tersebut dengan 'Sejarah Superlatif Rekor Dunia (Guinnes World Record).

Hari ini, masyarakat Gayo Lues bersama masyarakat dari beberapa kabupaten di sekitarnya telah berhasil memecahkan rekor atas nama sendiri. Target 10.001 penari berhasil dilampaui. Bahkan, pada saat gladi terakhir (Sabtu, 12/8) jumlah penari telah mencapai 10.448 orang.

Pada pelaksanaan pagelaran Tari Saman Massal hari ini, tim dari MURI mencatat sebanyak 12.262 penari ikut ambil bagian dalam prosesi pemecahan rekor dunia tersebut.

Sementara itu, dalam rangka memperkenalkan Tari Saman secara lebih luas lagi, Ibnu Hasim selaku Bupati Gayo Lues berarap agar Kementerian Pariwisata dapat menggelar Tari Saman Massal dengan jumlah yang jauh lebih banyak di Jakarta.

Halaman
12
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help