SerambiIndonesia/

Mahasiswa Tuding Dewan tak Peduli

Mahasiswa yang tergabung dalam Campany Aksi Teatrikal Untuk Rakyat (CATUR) di Aceh Barat kemarin

Mahasiswa Tuding Dewan tak Peduli
Mahasiswa tergabung dalam Campany Aksi Teatrikal untuk Rakyat (CATUR) Aceh Barat melancarkan aksi teatrikal terkait protes pencemaran debu dan limbah batubara di Bundaran Pelor Meulaboh, Sabtu (12/8). 

* Terkait Kasus Pantai Tercemar Batubara

MEULABOH - Mahasiswa yang tergabung dalam Campany Aksi Teatrikal Untuk Rakyat (CATUR) di Aceh Barat kemarin melancarkan aksi di Bundaran Pelor atau depan Gedung DPRK. Aksi dalam bentuk teatrikal itu menyorot kinerja Pemkab dan DPRK yang tuding kurang respons terhadap kasus pencemaran debu dan limbah batubara di Pantai Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat dan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo.

Mahasiswa menyatakan Pemkab dan DPRK harus tegas terhadap PT Mifa Bersaudara yang selama ini melakukan aktivitas di Aceh Barat menambang batubara. Selama ini penduduk di Peunaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo yang berada sekitar kantor Mifa kerap mengeluh menerima kiriman debu batubara yang tertiup angin dari pelabuhan batubara milik PT Mifa Bersaudara.

“Pemkab dan DPRK selama ini terkesan hanya diam saja,” teriak peserta aksi. Koordinator Aksi Edy Azhari Pratama menyatakan bila kondisi seperti ini terus dibiarkan berlangsung lama maka akan berdampak buruk bagi masa depan masyarakat Aceh Barat. “Ini terkait pencemaran lingkungan. Warga mengalami batuk dan ispa karena menghirup debu. Pemkab harus tegas,” katanya.

Seharusnya, kata Edy, kehadiran sebuah perusahaan tambang bisa membawa kesejahteraan, tetapi kini terkesan malah membawa persoalan yang harus dihadapi masyarakat. Seperti pencemaran lokasi wisata pantai dan laut di Suak Indrapuri yang telah berdampak buruk bagi kunjungan wisata. “Pemkab dan DPRK perlu memanggil perusahaan yang terlibat dalam kasus ini,” jelasnya.

Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah kepada sejumlah wartawan di sela kegiatan trail adventure perdana di Aceh Barat di Lapangan T Umar kemarin mengatakan Pemkab sudah menurunkan tim ke lokasi pantai yang tercemar. “Ke depan tentu akan kita bahas seperti apa sanksinya. Sekarang tim sedang ke lokasi,” kata bupati.

Sementara itu Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE kepada Serambi kemarin mengatakan pihaknya segera memanggil PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya pada Selasa (15/8). Selain kedua perusahaan itu, DPRK juga mengundang dinas terkait.

“Pada Senin (14/8) DPRK akan turun dulu ke Mifa dan PLTU. Sedangkan di Suak Indrapuri sudah turun DPRK dua hari lalu. Persoalan pencemaran itu tidak boleh dibiarkan dan jangan saling lepas tangan,” katanya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help