SerambiIndonesia/

Mengulas Berbagai Sisi Ja, Anggota DPRA Kesandung Sabu

TERTANGKAPNYA Jainuddin (37), salah seorang anggota DPRA karena kasus sabu-sabu tiga hari lalu, membuktikan

Mengulas Berbagai Sisi Ja, Anggota DPRA Kesandung Sabu
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Oknum anggota DPRA bersama tiga temannya yang tertangkap mengonsumsi sabu-sabu. 

Irwan kemudian berdiskusi dengan Ja. Ternyata, sikap kedua politisi ini sama, Ja menolak rencana Pemerintah Aceh berutang kepada Bank KFW Jerman. “Kita punya cukup anggaran, kenapa kita harus berutang,” kata Ja seperti dikutip dari tulisan Irwan Djohan.

Kepada Irwan Djohan, Ja mengemukakan, rencana itu tidak masuk akal. Menurutnya, bunga dari utang itu terlalu tinggi, mencapai Rp 1 triliun. Ja menganggap hal itu akan membebani masyarakat Aceh selama 15 tahun ke depan.

Sikap Ja menolak utang ke negara Jerman ini patut diacungi jempol, Ja tampaknya benar-benar memikirkan masa depan Aceh.

“Ja ingin menyatakan menolak, tapi ia tak kuasa,” sebut Irwan Djohan. Saat itu hanya dua fraksi yang menyatakan menolak, NasDem dan Demokrat. “Sedangkan lima Fraksi lainnya ‘terpaksa’ menyetujui. Alhamdulillah, pada akhirnya utang tersebut juga batal, karena ditolak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani,” tambah Irwan Djohan.

Di mata Irwan Djohan, Ja adalah sosok yang cerdas dan humoris. “Tapi sayang, dia kini terjerat narkoba. Semoga, Ja akan bertobat dan bisa sembuh, serta tabah menjalani proses hukum. Masa depannya masih ada dan masih panjang,” demikian Irwan Djohan pada laman facebooknya, Sabtu (12/8).

Sosok Ja juga ditulis oleh Kautsar Muhammad Yus, anggota Komisi VII DPRA yang juga politisi Partai Aceh. Pada laman facebooknya, Kautsar menulis, Ja adalah sahabatnya di parlemen. “Ja adalah teman saya, mantan ketua saya ketika di komisi III,” tulis Kautsar, kemarin.

Kautsar menyebutkan, sejak dirinya berteman dengan Ja di parlemen, ia sudah melihat ada keanehan pada Ja, bahkan Kautsar menengarai Ja bermasalah pada sarafnya. “Saya tanya kepada yang mengenalnya, semuanya punya pendapat seperti saya,” tulisnya.

Melihat ada keanehan jiwa pada Ja, teman-teman dari internal PA pernah menyarankan kepada Kautsar agar Ja yang menjabat sebagai Ketua Komisi III diganti di tengah jalan dengan kader PA lainnya. “Mengingat satu dan lain hal, ide menggantikan Ja tidak saya teruskan kepada pimpinan. Meski demikian, saya pernah menyampaikan usulan kepada Mualem sebagai pimpinan partai,” pungkas Kautsar.

Dalam tiga hari terakhir, isu pergantian antarwaktu (PAW) untuk Ja di DPRA semakin mencuat. Beberapa sumber Serambi menyebutkan, Ja akan digantikan oleh Martini, caleg PA yang memperoleh suara di bawah Ja pada Pileg 2014 di Dapil VI.

Ketua DPW PA Aceh Timur, Syahrul bin Syamaun yang dikonfirmasi Serambi dari Banda Aceh, kemarin, mengatakan, untuk PAW pihaknya akan segera mengadakan musyawarah internal terlebih dulu. “Kita akan menggelar rapat, tentunya ada prosedur dan peraturan partai untuk itu,” kata Syahrul. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help