SerambiIndonesia/
Home »

Opini

KUPI BEUNGOH

Tarif PDAM Naik? Semoga Pemko Banda Aceh Tahu Malu

Kenaikan tarif belum menjamin membaiknya pelayanan. Sudah saatnya kebijakan tidak populer tersebut diganti, misalnya dengan perbaikan kinerja.

Tarif PDAM Naik? Semoga Pemko Banda Aceh Tahu Malu
ist
Nasir Nurdin 

Itu artinya, kenaikan tarif belum menjamin membaiknya pelayanan. Sudah saatnya kebijakan tidak populer tersebut diganti, misalnya dengan perbaikan kinerja.

Rakyat (pelanggan) akan membayar kinerja berbasis profesionalitas itu tanpa tawar menawar. Memang, ada harga yang harus dibayar untuk peningkatan kinerja.

Nah, sambil menunggu perusahaan stabil, di sinilah peran user (pemilik perusahaan) untuk agak bersakit-sakit disebabkan harus menyuntik dana (subsidi).

Perlu juga diingat, bukan hanya subsidi untuk belanja operasional tetapi belanja membenahi orang-orang yang ada di perusahaan supaya mereka bisa bekerja profesional, tidak bermental maling.

Subsidi tidak haram, malah lebih baik ketimbang membebani rakyat untuk menutup kerugiaan perusahaan.

Subsidi harus diartikan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menalangi dalam jangka waktu tertentu yang targetnya jelas; menyehatkan perusahaan, memuaskan pelanggan.

Solusi subsidi sebenarnya bukan solusi smart, apalagi PDAM Tirta Daroy bukan perusahaan kemarin sore. Harusnya sudah tidak perlu lagi disusui.

Tapi fakta mempertontonkan sebaliknya, kalau tarif tidak dinaikkan bisa-bisa PDAM Tirta Daroy akan collapse. Setidaknya begitulah penggambaran yang mencuat dari pemberitaan kemarin.

Menurut saya, kalau pun keputusan mensubsidi terpaksa dilakukan atau keputusan menaikkan tarif tetap dianggap sebagai satu-satunya langkah penyelamatan, maka Pemko Banda Aceh harus menetapkan syarat yang sangat mengikat dengan orang-orang yang mengendalikan perusahaan.

Harus ada komitmen tertulis untuk mencapai target tertentu dalam waktu tertentu. Jangan pernah lupa memberi reward kalau target tercapai dan tak segan-segan pula menjatuhkan sanksi jika mereka gagal.

Halaman
1234
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help