SerambiIndonesia/

BREAKINGNEWS - PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Bank Indonesia, Gugatan terhadap Uang Seribu Berlanjut

Majelis hakim menolak eksepsi Bank Indonesia terkait dengan kewenangan absolute mengadili perkara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

BREAKINGNEWS - PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Bank Indonesia, Gugatan terhadap Uang Seribu Berlanjut
TRIBUNNEWS.COM
Uang pecahan Rp 1.000 

Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Putusan Sela terkait gugatan Asrizal H Asnawi terhadap Bank Indonesia (BI) yang menerbitkan gambar pahlawan wanita asal Aceh, Cut Meutia tanpa penutup kepala di uang pecahan Rp 1.000.

Dalam Putusan Sela yang dibacakan pada sidang lanjutan, Senin (14/8/2017), majelis hakim menolak eksepsi Bank Indonesia terkait dengan kewenangan absolute mengadili perkara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Penolakan eksepsi Bank Indonesia ini diputuskan dalam Putusan Sela yang diputuskan pada tanggal 24 Juli 2017 yang disampaikan dalam persidangan hari ini Senin (14/8/2017)," kata Asrizal H Asnawi melalui saluran telepon kepada Serambinews.com, usai sidang hari ini.

(Baca: Asrizal Minta Foto Pahlawan Perempuan Aceh Dihijabkan)

Ia menyebutkan, sidang lanjutan hari ini dengan agenda pembuktian dengan majelis hakim, Tafsir Sembiring Meuliala SH MH (ketua), Abdul Kohar SH MH, dan Desbenneri Sinaga SH MH. Dalam persidangan inilah majelis hakim memberitahukan putusan sela tersebut.

Asrizal menambahkan, putusan sela itu dikeluarkan karena sebelumnya Bank Indonesia menyampaikan eksepsi kepada PN Jakarta Pusat, bahwa PN Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara yang dia ajukan. Dalam eksepsi itu, Bank Indonesia juga menyatakan Asrizal tidak punya kapasitas mengajukan gugatan tersebut.

(Baca: Logo Uang Baru Dipermasalahkan, Menko Darmin Minta Wartawan Tanya FPI)

"Menurut Bank Indonesia yang berwenang mengadili perkara tersebut adalah Pengadilan Tata Usaha Negara. Tetapi majelis hakim telah menolak eksepsi Bank Indonesia dan melajutkan proses gugatan ini dengan agenda pembuktian dari kami selaku penggugat," terang Asrizal yang menghadiri langsung Persidangan di PN Jakarta Pusat dengan didampingi oleh Kuasa Hukumnya Safaruddin SH.

(Baca: Bank Mandiri Layani Penukaran Uang Baru)

Diberitakan sebelumnya, Asrizal H Asnawi melalui kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH menggugat BI ke PN Jakarta Pusat pada Selasa 24 Januari 2017 karena mengeluarkan pecahan uang Rp 1.000 dengan menyematkan pahlawan perempuan Aceh, Cut Meutia, tanpa mengenakan penutup kepala.

Dalam gugatannya, Asrizal yang merupakan anggota DPR Aceh sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRA meminta semua foto pahlawan perempuan dari Aceh agar dihijabkan ketika akan digunakan pada semua tempat, termasuk pada mata uang.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help