SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Apa Arti Sebuah Kemerdekaan?

AGUSTUS ini tepat 72 tahun Indonesia merdeka. Tapi apakah seluruh rakyat Indonesia ikut merasakan kemerdekaan

Apa Arti Sebuah Kemerdekaan?
SERAMBI/BUDI FATRIA

Oleh Sri Rahmi

AGUSTUS ini tepat 72 tahun Indonesia merdeka. Tapi apakah seluruh rakyat Indonesia ikut merasakan kemerdekaan itu? Atau, kemerdekaan saat ini hanya sebagai bentuk seremonial dan euforia belaka? Apa hakikat sebuah kemerdekaan? Benarkah kita sudah merdeka yang sebenarnya? Atau, hanya kemerdekaan semu yang secara otomatis kita rayakan setiap tahunnya? Listrik mahal, air bersih langka, bahan kebutuhan pokok impor, bahan bakar minyak melonjak, utang negara mencekik, pendidikan amburadul, dan berbagai masalah lainnya.

Memasuki awal Agustus setiap tahun, termasuk 2017 ini, kita disuguhi oleh pemandangan orang berjualan Bendera Merah Putih di hampir sepanjang jalan protokol, dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Kantor dan rumah-rumah penduduk diminta mengibarkan bendera dan umbul-umbul pertanda Agustus telah tiba. Setiap pemberhentian trafic light banyak anak-anak yang menjajakan bendera kecil yang bisa dipasang di mobil.

Belum lagi berbagai bentuk perayaan dan permainan rakyat yang telah dipersiapkan oleh setiap desa, lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam rangka memeriahkan hari 17-an. Pelaksanaan karnaval, pawai dan berbagai hiburan lain dilakukan di setiap tempat. Puncaknya upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di seluruh penjuru Tanah Air, dari kota hingga ke pelosok-pelosok desa.

Pertanyaan yang menggelitik hati dan pikiran adalah apakah itu kemerdekaan? Apakah setelah Agustus berlalu kita akan bahagia, sebagaimana seharusnya yang dirasakan oleh setiap orang yang merasa merdeka? Atau, setelah Agustus kita malah lebih terpuruk dalam ketidakpastian hidup? Bagaimana sebenarnya kemerdekaan yang diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia?

Keinginan rakyat
Jika pemegang kekuasaan di Indonesia dapat melihat dengan mata hati, maka sebenarnya tidak banyak yang diinginkan oleh rakyat Indonesia. Mereka hanya menghendaki kemerdekaan yang sesungguhnya, yang tercermin dari pemenuhan hak-haknya sebagai warga negara. Pertama, setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Faktanya, pemerintah saat ini belum mampu memberi pemahaman yang konkret kepada segenap lapisan masyarakat bahwa kewajiban mereka sebenarnya untuk mempertakankan wilayah NKRI. Saat ini malah makin sering kita saksikan teroris yang dengan leluasa ingin menggoyang keutuhan NKRI.

Kedua, setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Faktanya, harus diakui bahwa saat ini pendidikan kita masih penuh dengan berbagai permasalah, termasuk belum meratanya pendidikan yang bagus dan berkualitas di seantero Indonesia. Masih sangat banyak anak-anak Indonesia yang putus sekolah hanya karena keterbatasan dana untuk transportasi menuju sekolah.

Ketiga, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Faktanya, yang terjadi saat ini penegakan hukum masih tebang pilih. Hukum hanya berlaku bagi masyarakat bawah. Sedangkan bagi segolongan orang, mereka malah kebal hukum.

Keempat, setiap warga negara berhak memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Faktanya, memasuki kemerdekaan ke 72 tahun ini, kita malahdihadapkan dengan gejolak masalah keagamaan yang sangat luar biasa. Saling fitnah antar umat beragama terjadi tanpa ada yang sanggup membendungnya.

Kelima, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Faktanya, info mengagetkan malah kita peroleh dari data beberapa bulan yang lalu bahwa daerah Aceh menjadi daerah yang masuk dalam kategori daerah miskin. Artinya bahwa, daerah kita masih sangat lemah dalam menyerap tenaga kerja dan masih sangat banyak kita lihat di Indonesia maupun di Aceh, daerah-daerah yang kondisi hidup masyarakatnya sangat memprihatinkan. Ekonomi negara bahkan berada pada titik nadir. Hutang negara juga tidak sedikit jumlahnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help