SerambiIndonesia/

Jangan Anggap Remeh BAB Berdarah, Bisa Jadi Anda Terkena Penyakit Ini!

"Jangan anggap remeh jika buang air besar berdarah, karena bisa jadi itu kanker kolon," kata Riswan, dan menyebut tumor ganas itu menyerang usus besar

Jangan Anggap Remeh BAB Berdarah, Bisa Jadi Anda Terkena Penyakit Ini!
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Buang air besar (BAB) berdarah mungkin sudah lazim kita dengar selama ini. Darah yang keluar bersama feses bisa disebabkan oleh wasir (ambeien), luka atau peradangan di usus besar, atau bahkan tukak lambung.

Tapi kondisi ini tidak boleh dianggap remeh sehingga anda enggan memeriksanya ke dokter. Karena bisa jadi BAB berdarah yang anda derita bukan disebabkan oleh penyakit di atas, tapi sebuah penyakit mematikan yang bernama kanker kolon alias kanker usus!

Baca: Kebiasaan Lembur Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Hal itu diungkapkan dr HM Riswan SpPD-KHOM-FINASIM, seorang konsultan Hemato-ongkologi dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (18/8/2017) saat mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia.

"Jangan anggap remeh jika buang air besar berdarah, karena bisa jadi itu kanker kolon," kata Riswan, dan menyebut tumor ganas itu menyerang usus besar manusia. Menurutnya, gangguan tersebut harus ditindak lanjuti secara serius dengan memeriksakan diri ke spesialis.

Dia mengatakan, kanker kolon memiliki gejala yang nyaris sama dengan penyakit wasir maupun luka di usus besar. Namun dampaknya jauh berbeda, sebab kanker kolon --sebagaimana sifat kanker lainnya-dapat bertumbuh cepat dan merusak jaringan di sekitarnya bahkan organ penting seperti lever dan paru-paru.

Baca: Sakit Lambung, Dikira Jantung

Riswan menambahkan, jika kanker kolon dapat dideteksi lebih awal, maka angka harapan hidup pasien di atas lima tahun bisa mencapai 90 persen.

"Tapi kalau dibiarkan hingga stadium lanjut, maka harapan hidup di bawah lima persen. Saya bukan nakut-nakutin ya," katanya mengingatkan. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help