SerambiIndonesia/

Tak Melulu Soal Mengobati Pasien, Dokter Ternyata Juga Butuh Keahlian Penting Ini

Saya belum lama ini meminta agar prosedur pemeriksaan kesehatan diperiksa kembali jika kanker yang sudah saya jalani pengobatannya 6 tahun silam,

Tak Melulu Soal Mengobati Pasien, Dokter Ternyata Juga Butuh Keahlian Penting Ini
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Pengalaman sebagai pasien kanker usus mendorong Ben Bravery untuk menekuni dunia kedokteran sekaligus mengajarkan pentingnya membangun komunikasi antara dokter dengan pasien. Sayangnya, hal ini sering tidak dilakukan. Simak penuturan Ben Bravery mengenai pengalamannya tersebut:

Saya belum lama ini meminta agar prosedur pemeriksaan kesehatan diperiksa kembali jika kanker yang sudah saya jalani pengobatannya 6 tahun silam, kambuh kembali. Syukurnya, kanker itu sudah sembuh.

Pemeriksaan kanker saya itu melibatkan kamera untuk melihat pertumbuhan tidak normal di dalam perut saya.

Tapi, saat berbaring di meja operasi menunggu dibius, tiba-tiba saya menyadari dokter yang akan melakukan pembiusan itu tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu.

Saya pikir mungkin mereka akan berbicara denganku setelah operasi. Ternyata saya keliru. Mereka bahkan tidak mengucapkan "Halo" kepada saya.

Hubungan antara pasien dengan dokter sama tuanya dengan pengobatan itu sendiri.

Meskipun banyak sekali kemajuan di bidang obat-obatan, teknik operasi dan pemindaian, proses penyembuhan selalu diawali dengan sebuah percakapan.

Namun tetap saja, aspek mendasar dari keahlian seorang dokter yang satu ini sering kali diabaikan dalam pelatihan mereka.

Saya tahu hal itu karena saya sendiri adalah mahasiswa kedokteran.

Perjalanan saya di bidang kedokteran berawal dengan diagnosis kanker usus ketika saya berusia 28 tahun.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help