SerambiIndonesia/

"Terminal Lucidity", Menjawab Pertanyaan Mengapa Ada Orang yang Jadi Bugar Sebelum Mati

Mereka mengungkapkan, penderita penyakit mental memperoleh kesadaran kembali ketika ajal sudah dekat tanpa diketahui sebabnya.

KOMPAS.COM
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Sehari sebelum temannya yang masih berumur 22 tahun meninggal, Sastri menemui keanehan padanya. Teman dekat yang menderita jantung, sempat dioperasi dan mengalami komplikasi asam lambung itu tiba-tiba segar.

"Sehari sebelumnya terlihat bugar. Jalan-jalan ke luar kamar rumah sakit. Tapi besoknya meninggal," ungkapnya pada Senin (21/8/2017).

Banyak orang yang mungkin melihat keanehan serupa pada orang yang hendak menemui ajal. Sara Manning Peskin, seorang ahli neurologi dari University of Pennsylvania, menuturkan pengalaman seorang perawat rumah sakit.

Seorang perempuan yang telah lama sakit tiba-tiba menanyakan pada sang perawat, "apakah saya akan mati?". Sang perawat menjawab, "Saya pikir begitu. Saya di sini untukmu."

Sang perawat menanyakan pada perempuan tersebut apakah dia membutuhkan sesuatu. Perempuan itu menjawab tidak, hanya mengatakan bahwa dia lelah. Tak sampai 6 jam setelah pernyataan lelah itu, perempuan itu meninggal dengan tenang.

Menurut sains, gejala kematian memang tak selalu tampak seperti death rattle, terminal agitation, ataupun sesak nafas. Gejala bisa jadi tampak halus dan kerap diartikan sebagai kesembuhan.

Fenomena kembali segar menjelang kematian itu diabadikan sejak masa Hippocrates dan Ibnu Sina.

Mereka mengungkapkan, penderita penyakit mental memperoleh kesadaran kembali ketika ajal sudah dekat tanpa diketahui sebabnya.

Michael Nahm dalam publikasinya di Journal of Near death Experience pada tahun 2009 memperkenalkan istilah "terminal lucidity" untuk menggambarkan fenomena tersebut.

Dalam publikasi itu, dia menggali 80 referensi hasil penelitian fenomena terminal lucidity pada pasien yang menderita penyakit mental. Lewat publikasi yang berasal dari 50 penulis itu, dia berhasil mengungkap 49 kasus terminal lucidity.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help