SerambiIndonesia/

Jangan Berkecil Hati Jika Kulit Anda Gelap, Ini Manfaat Kesehatannya

Bagi sebagian orang khususnya wanita, memiliki kulit putih adalah sebuah dambaan.

Jangan Berkecil Hati Jika Kulit Anda Gelap, Ini Manfaat Kesehatannya
SHUTTERSTOCK
Jerawat juga masalah keturunan 

SERAMBINEWS.COM - Bagi sebagian orang khususnya wanita, memiliki kulit putih adalah sebuah dambaan. Padahal, tahukah Anda ternyata penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kulit gelap jauh lebih sehat dibandingkan kulit putih?

Berikut keuntungan memiliki kulit berwarna gelap:

1. Terlindung dari sinar matahari

Semua orang memiliki jumlah melanosit (sel yang memproduksi melanin) yang sama, tak peduli warna kulit yang dimiliki. Namun, yang membedakan adalah ukuran dan penyaluran melanositnya. Semakin besar ukuran melanosit yang dimiliki, maka kulit akan semakin hitam.

Keuntungan yang paling penting dari memiliki jumlah melanin yang banyak di kulit adalah mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Hal ini akan membuat kulit terlindungi dari efek jangka pendek seperti terbakar sinar matahari yang parah.

Tapi ingat, walaupun memiliki melanin yang banyak, orang-orang berkulit gelap tidak sepenuhnya terjamin dari kerusakan akibat sinar matahari. Jadi, jangan panas-panasan tanpa sunblock.

2. Mengurangi risiko kanker kulit

Karena memiliki pigmen melanin yang banyak, hal ini membuat orang kulit hitam lebih banyak terproteksi dari sinar UV dibandingkan orang-orang yang berkulit putih. Hal tersebut yang membuat paparan sinar UV yang mengenai kulit orang hitam tidak mudah merusak jaringan sel-selnya sehingga mengurangi terkena risiko kanker kulit, terutama jenis yang lebih umum dikenal sebagai kanker kulit sel basal dan skuamosa.

3. Melindungi sistem saraf

Pigmen melanin bertugas melawan radikal bebas dan terbukti mampu melindungi sistem saraf pusat dari jamur Cryptococcus neoformansatau infeksi kriptokokosis. Infeksi jamur ini menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada otak, juga sumsung tulang belakang.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help