Wakaf Baitul Asyi

Kloter 1-7 dan 12 Sudah Terima Baitul Asyi

Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1 sampai 7 dan 12 sudah menerima dana Baitul Asyi

Kloter 1-7 dan 12 Sudah Terima Baitul Asyi
BENDAHARA Baitul Asyi, Muhammad Sayid membagikan uang Baitul Asyi kepada JCH Kloter 1 Aceh di Mekkah, Minggu (21/ 8) pagi waktu setempat. 

BANDA ACEH - Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1 sampai 7 dan 12 sudah menerima dana Baitul Asyi sebesar 1.200 riyal atau sekitar Rp 4.200.000/jamaah. Dana kompensasi penginapan di Baitul Asyi itu langsung diberikan kepada jamaah dan tidak dapat diwakilkan.

Koordinator Humas dan Protokoler PPPIH Embarkasi Aceh, H Rusli Lc MSi menyampaikan hal itu kepada Serambi, Kamis (24/8). Ia sebutkan bahwa hingga saat ini sudah 3.287 JCH Aceh berada di Mekkah, yaitu dari kloter 1 sampai 8 yang bertolak ke Jeddah pada Kamis (24/8) pukul 4.00 WIB dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.

Sementara itu, JCH kloter 12 sudah lebih dulu berangkat ke Tanah Suci pada 20 Agustus lalu, karena bergabung dengan JCH Embarkasi Medan. Berdasarkan laporan petugas haji di Mekkah, Rusli menyampaikan hingga saat ini secara umum keadaan jamaah dalam kondisi sehat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas kesehatan haji yang berada di Mekkah bahwa JCH Aceh yang risiko tinggi (resti) masih dalam kondisi stabil dan belum ada yang perlu dirawat inap.

“Umumnya jamaah yang sedang mendapatkan rawat jalan karena ISPA, hipertensi, dan diabetes mellitus. Namun, secara umum kondisinya dalam keadaan sehat dan stabil meskipun suhu di sana rata-rata di atas 44 derajat Celcius, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Rusli.

Namun, Rusli menambahkan bahwa berdasarkan laporan yang ia terima dari dr Oryza Savitri, petugas kesehatan haji kloter 4 bahwa ada seorang jamaah yang mengalami gangren diabeticum dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Seorang jamaah atas nama Nawawi Yusuf berumur 61 tahun dari Banda Aceh dengan diagnosa gangren diabeticum sudah ditangani pihak kesehatan pada Selasa 22 Agustus 2017,” sebutnya.

Di samping itu, menurutnya, selama di Mekkah menjelang puncak haji wukuf di Arafah jamaah sedang fokus melaksanakan berbagai ibadah di Masjidil Haram. Ibadah yang dilakukan seperti iktikaf, shalat berjamaah, zikir, dan membaca Alquran.

“Kita berharap semua pelaksanaan ibadah sampai dengan selesainya wukuf di Arafah dapat berjalan lancar, jamaah aman, dan nyaman serta mendapat haji mabrur,” demikian Rusli. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help