SerambiIndonesia/

Tafakur

Mental Haji

Banyak di antara kita yang mampu melaksanakan ibadah Haji di zaman sekarang, tetapi kalau mau jujur diakui

Mental Haji

Oleh: Jarjani Usman

“Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga” (HR. Bukhari & Muslim).

Banyak di antara kita yang mampu melaksanakan ibadah Haji di zaman sekarang, tetapi kalau mau jujur diakui tak semua bermental Haji. Seperti kerelaan untuk menyambut panggilan Allah, kesabaran yang tinggi, dan merasa diri sama derajat di antara sesama walaupun berbeda jumlah kekayaan dan jabatan.

Dalam kenyataannya, walaupun sudah berhaji pertanda sudah sempurna melaksanakan semua rukun Islam, tak sedikit orang yang tak mau menyambut seruan Allah untuk senantiasa berakhlak mulia. Bahkan karena sudah berhajilah, sebahagian orang merasa dirinya lebih mulia di antara orang banyak. Padahal belum tentu ibadah Hajinya diterima Allah, walaupun sudah berhaji berkali-kali. Yang menerima ibadah Haji adalah Allah, bukan manusia. Kalaupun diterima, tentunya bukan untuk dibangga-banggakan.

Di samping itu, ada orang yang sudah berhaji tetapi masih bermental korup. Seseorang yang bermental korup tak sabar dengan harta yang mampu diraih dengan cara halal dan tak sabar saat melihat harta orang lain. Akibatnya akan memperturutkan bujukan setan dengan mengambil yang bukan haknya, sehingga merusak kesucian hartanya. Padahal setan adalah makhluk yang dilempar saat melaksanakan ibadah Haji.

Semua mental buruk ini perlu diperbaiki agar layak menjadi calon penghuni surga. Apalagi bagi orang yang mabrur hajinya dijanjikan menajdi penduduk surga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help