Buang Tinja Di Makam Ulama, Netizen: Ka Hawa Keu Tsunami Lom?

Lokasi pembuangan tinja di kawasan antara Gampong Pande dan Gampong Jawa, Banda Aceh itu dinilai sejumlah pihak telah mengotori bahkan merusak situs

Buang Tinja Di Makam Ulama,  Netizen: Ka Hawa Keu Tsunami Lom?
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Sejumlah batu nisan di kawasan proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Heboh soal tempat pembuangan limbah termasuk tinja dalam proyek pembangunan Instalasi Pengolahan limbah (IPAL) di kawasan situs makam para ulama kerajaan Aceh, menuai protes berbagai kalangan.

Lokasi pembuangan tinja di kawasan antara Gampong Pande dan Gampong Jawa, Banda Aceh itu dinilai sejumlah pihak telah mengotori bahkan merusak situs sejarah asal muasal Banda Aceh.

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA yang juga dosen Unsyiah, Senin (28/8/2017) pagi dalam program Cakrawala Serambi FM  mengatakan, di lokasi dibangunnya IPAL itu terdapat banyak makam ulama zaman kerajaan, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kota Banda Aceh.

Serambinews.com yang menurunkan berita terkait dengan judul "Miris, Makam Ulama di Banda Aceh Jadi Tempat Pembuangan Limbah" dikomentari banyak netizen.

Rata-rata menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Tidak kurang yang mengomentari perbuatan tersebut akan mengundang bala kemudian di Banda Aceh.

Sejumlah komentar menilai proyek pembuangan limbah telah merusak dan tidak menghargai jasa para ulama pendiri kerajaan cikal bakal Banda Aceh.

Akun T Husniansyah Mertha misalnya, ia mengomentari seperti ini "Ka hawa di keu bala lom yang lebeh dari tsunami."

Sementara Adhy Galigato menulis, "Selama ini itu makam memang tidak ada yg peduli, maupun dari pemerintah setempat dan masarakat setempat. Tolonglah kita hargai orang2 yg telah mendahului kita apa lg mereka para ulama yg berjuang di jalan ALLAH untuk membangun daerah aceh yg kita cintai ini. maaf kalo komentar saya ini salah. tks."

Ab Sofy menuliskan kekhawatiran jika proyek ini tidak dihentikan segera. "Harus segera di tangani, kalo tdk mau musibah menimpa lagi negeri ini, itu makam ulama harus di lestarikan, bukan di telantarkan....kepada yg berwenang jgn menutup mata, nanti tertutup benar2 mata anda...ulama harus dimuliakan..."

Fajri Yusuf  "Di Uloen Tuan sebagai rakyat kecil hanya ingin mendengar dan melihat apa tanggapan dan sikap orang no 1 Acheh yaitu Gubernur dlm hal menanggapi permasalahan Situs Sejarah Komplek Kerajaan Acheh yg sdh di jadikan TPAS sejak th 1970 sampai sekarang beserta Situs2 lainnya."

Mulyadi Mulyadi,  "Jangan cuma komentar pak ajak masyarakat untuk menghentikan proyek tersebut,"

Fedex Dental Supplay "Yg arti ahlak kita sudah terkikis,karna terlalu banyak maksiat di negeri para Aulia,tunggu datang malapetaka yg dahsyat."

Ada juga sejumlah komentar netizen yang menyindir dan menunggu tindakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Adi Fawwaz ..... "na gebenur gadoh terbang2 kedro jih, han jiteumeng peureumun nyan sbok ngen urusan drojih...nyan jineuk peugadoh yg bersejarah sejarah di aceh nyan cit perte pki dum..."

Penulis: Amirullah
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help