Aceh-Sumut Pertajam Kesepahaman

Aceh dan Sumatera Utara mempertajam kesepahaman kerja sama untuk menjadi tuan rumah bersama Pekan

Aceh-Sumut Pertajam Kesepahaman
KADISPORA Aceh, Musri Idris dan Plt Sekretaris Daerah Sumut, Ibnu Hutomo memperlihatkan draff kesepakatan tuan rumah bersama PON 2024, kemarin. 

* Tuan Rumah Bersama PON 2024

MEDAN - Aceh dan Sumatera Utara mempertajam kesepahaman kerja sama untuk menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Bila terealisasi, dua provinsi bertetangga ini telah melakukan terobosan di ajang olahraga terbesar Indonesia itu.

Tim pemenangan tuan rumah bersama kedua provinsi secara khusus membahas rencana ini di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (29/8). Secara umum kedua pihak tidak menemukan perbedaan. Ide yang disampaikan KONI Aceh maupun KONI Sumut tidak mengalami perbedaan mencolok.

Plt Sekretaris Daerah Sumut, Ibnu Hutomo yang memimpin pertemuan itu bahkan meminta tim ini bergerak cepat dan jelas. Ia tidak ingin Aceh-Sumut kembali kecolongan seperti ketika berjuang menjadi tuan rumah PON XX 2020 yang akhirnya dimenangi Papua. Sebagai bukti keseriusan Pemprov Sumut, Ibnu siap melengkapi surat dukungan dari Gubernur dan DPRD Sumut. “Sedang diurus, jadi tersirat kita sudah sepakat (tuan rumah bersama), tinggal tersurat yang harus dibenahi,” kata Ibnu.

Pernyataan Ibnu itu berkaitan dengan surat dukungan Gubernur Aceh yang ditunjukkan Plt Ketua Harian KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma. Menurutnya, Gubernur dan DPRD Sumut perlu membuat surat serupa, mengingat pelaksaan PON XXI berlangsung tahun 2024. Ada jarak tujuh tahun yang berarti ada peralihan gubernur pada masing-masing provinsi. “Tujuannya ketika ada pergantian gubernur nanti, tatanan kerja sama yang sudah kita susun tetap bisa dilanjutkan,” kata Rayuan.

Pertemuan di Ruang Beringin yang terletak di lantai delapan itu juga sempat membahas anggaran. Dana yang dibutuhkan tidak sedikit, karena untuk pendaftaran saja Rp 1 miliar, uang jaminan Rp 5 miliar, belum lagi paket promosi menjelang bidding (penawaran) berupa buku maupun film sebagai ajang promosi.

Terlepas dari itu, Rayuan menilai Aceh dan Sumut telah melakukan terobosan besar di dunia olah aga. Sebab sampai saat ini belum ada daerah yang mengajukan tuan rumah bersama. Terobosan ini juga sebagai solusi tingginya persaingan daerah untuk menjadi tuan rumah PON.

Menurutnya, banyak daerah yang bersedia menjadi tuan rumah. Namun karena even berlangsung empat tahun sekali, daerah yang tidak terpilih harus gigit jari karena menunggu giliran cukup lama.

“Idealnya PON dua tahun sekali. Tapi dengan kondisi empat tahun, tuan rumah bersama bisa menjadi solusi,” kata dia.

Ia menilai, pertemuan ini merupakan langkah maju yang sangat signifikan karena sudah melibatkan pemerintah. Sebelumnya rencana tuan rumah bersama ini hanya sebatas komunikasi antara KONI Aceh dan Sumut.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved