SerambiIndonesia/

Tafakur

Ketimpangan

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan

Ketimpangan

Oleh: Jarjani Usman

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al Hujurat: 13).

Dalam pesta atau syukuran, kebanyakan kita lebih bangga mengundang “orang-orang besar” dibandingkan “rakyat kecil” dan miskin. Kedatangan “orang-orang besar” disambut secara istimewa, mulai dari makanan berlimpah, tempat duduk mewah, dan bahkan diumumkan nama-nama mereka dengan bangga. Sedangkan orang-orang biasa, apalagi miskin, diabaikan. Padahal tak sedikit masyarakat menjadi miskin karena hak-haknya diambil paksa, sehingga patut diperhatikan.

Saat ingin mengurus suatu urusannya, misalnya, orang-orang miskin tak jarang diminta “uang rokok”, “uang pelicin”, “uang lelah”, dan sejenisnya. Anggaran untuk jalan dan fasilitas untuk orang-orang miskin tak jarang “disunat”. Bahkan, hasil pekerjaan orang-orang miskin dihargai rendah. Kemana semua keuntungan itu mengalir? Jawabannya sudah menjadi rahasia umum.

Begitulah pikiran kebanyakan kita sudah terbentuk dan menganggapnya normal dan biasa. Padahal yang normal adalah bila kita mampu memperlakukan sama. Lebih-lebih kita tidak tahu pasti mana sesungguhnya di antara manusia yang lebih mulia. Bisa jadi, yang kita anggap mulia malah sedang dibenci Allah karena suka mengumpulkan kekayaan dengan mengambil yang bukan haknya, menghitung-hitungnya, dan membangga-banggakannya. Sebaliknya, yang kita abaikan malah orang yang dimuliakan Allah karena ketaatannya kepada Allah, termasuk menolak yang bukan haknya.

Hanya Allah yang paling tahu, sedang pengetahuan kita terbatas. Karena keterbatasan itu, kita sepantasnya tak memperlakukan orang lain secara timpang.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help