SerambiIndonesia/

Rusli Yusuf: Ideologi Pancasila Sedang Dikepung

Ketua Pusat Studi Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Radikalisme Universitas Syiah Kuala, Dr Rusli Yusuf MPd

Rusli Yusuf: Ideologi Pancasila Sedang Dikepung
Ketua Pusat Studi Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Radikalisme Universitas Syiah Kuala, Dr Rusli Yusuf MPd, menyampaikan paparanya dalam acara sosialisasi dan pemantapan nilai sejarah, karakter dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Provinsi Aceh di Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (30/8) 

BANDA ACEH - Ketua Pusat Studi Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Radikalisme Universitas Syiah Kuala, Dr Rusli Yusuf MPd, menyampaikan bahwa saat ini ideologi Pancasila sedang dikepung oleh berbagai ideologi besar dunia, dengan tujuan mengubah Dasar Negara Pancasila.

“Tujuannya mengubah dasar Negara Pancasila, mengubah tatanan demokrasi masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, dan sebaliknya menawarkan kebebasan dan demokrasi yang menempatkan kebebasan pada individu,” kata Rusli dalam acara sosialisasi dan pemantapan nilai sejarah, karakter dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Provinsi Aceh di Meureudu, Pidie Jaya, (30/8).

Di Indonesia, ia sebutkan, sedang terjadi perang besar-besaran antar ideologi liberalisme, sosialisme, dan juga komunisme. Proses penyebarannya tidak sekedar pada level laten, lebih dari itu, eksistensi ideologi tersebut telah dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk nyata dan telah merasuki hampir ke seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Misalnya Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT). “Itu jelas-jelas bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Karena dalam sila pertama Pancasila jelas tertulis; Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya setiap warga Negara wajib beragama, wajib bertuhan, dan tidak satu agama pun yang membenarkan pernikahan sejenis,” tegas Rusli.

Menurut dia, liberalisme dan komunisme saat ini tengah berupaya keras untuk mengambil peran penting dalam mempengaruhi masyarakat Idonesia. Bahkan sudah ada oknum-oknum tertentu yang memakai baju, topi dan bahkan stiker berlogo palu arit sebagai lambang kebebasan.

“Disinilah peran kita menjadi pertaruhan penting, untuk memastikan Ideologi Pancasila tetap menjadi Dasar Negara, dan jati diri dari masyarakat Indonesia, hingga Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini menjadi rahmat bagi seluruh bangsa, adil dan merata,” tutup Rusdi.

Dalam sosialisasi tersebut juga turut dihadir Letkol Dr Ahmad Husen sebagai narasumber. Ahmad Husen merupakan Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help