SerambiIndonesia/

TPM Aceh Minta Presiden Usir Duta Besar Myanmar, Kenapa?

Umat muslim di Indonesia sangat terluka dengan apa yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya.

TPM Aceh Minta Presiden Usir Duta Besar Myanmar, Kenapa?
IST
Ketua TPM Aceh, Safaruddin SH 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kejahatan kemanusiaan dan genosida yang terus terjadi di Myanmar terhadap muslim Rohingya, telah menimbulkan reaksi dari berbagai belahan dunia.

Tak terkecuali dari Aceh. Kecaman datang dari Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh, mereka bahkan meminta Presiden Republik Indonesia, Jokowi untuk mengusir Duta Besar dan seluruh diplomat Myanmar dari Indonesia.

"Kita minta Presiden mengusir Duta Myanmar di Indonesia. Sebagai negara Pancasila dan mendukung perdamaian dunia, Pemerintah Indonesia tidak cukup dengan imbauan kepada Pemerintah Myanmar," kata Ketua TPM Aceh, Safaruddin SH kepada Serambinews.com, Kamis (31/8/2017).

Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar  di perairan Desa  Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga. ANTARA/Syifa/Irp
Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga. ANTARA/Syifa/Irp ()

(Baca: Kapal yang Membawa Pengungsi Rohingya Tenggelam, 19 Orang Meninggal Dunia)

Safaruddin mengatakan, umat muslim di Indonesia sangat terluka dengan apa yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap umat muslim Rohingya.

Ratusan pengungsi Rohingya yang melintasi batas ke Banglades untuk menghindari kekerasan sektarian diawasi ketat pasukan perbatasan Banglades.
Ratusan pengungsi Rohingya yang melintasi batas ke Banglades untuk menghindari kekerasan sektarian diawasi ketat pasukan perbatasan Banglades. (STR / AFP)

"Ini kejahatan kemanusiaan yang sangat kejam, gambar dan video kekejaman dan penindasan yang beredar di media sosial, telah membuat luka yang dalam bagi umat muslim di Indonesia," kata Safaruddin.

Selain meminta presiden mengusir Duta Besar Myanmar, TPM juga meminta Pemerintahan Indonesia menyurati panitia nobel dunia.

(Baca: Dosen Aceh Kirim Surat Terbuka untuk Presiden, Manusiakah Mereka, Atau Apa?)

"Kita mendesak agar penghargaan nobel perdamaian kepada Aung San Suu Kyi dicabut. Karena sebagai Presiden Myanmar, ia tidak dapat mengentikan pembantaian terhadap muslim Rohingya," pungkas Safaruddin. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help