SerambiIndonesia/

237.956 Orang Sudah Teken Petisi Cabut Nobel Aung San Suu Kyi

Salah satu petisi "Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi" telah digalang oleh aktivis kemanusiaan dan antikorupsi, Emerson Yuntho, sejak tahun 2016

237.956 Orang Sudah Teken Petisi Cabut Nobel Aung San Suu Kyi
Screenshot laman change.org 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Desakan untuk mencabut gelar Nobel Perdamaian dari pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, kembali mengemuka, menyusul terulangnya aksi pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya, dari kampung halamannya, di Rakhine, Myanmar.

Diberitakan berbagai media, dalam sepekan terakhir tercatat ada 400 orang etnis Muslim Rohingya tewas.

Tak hanya itu, ada sekitar 38 ribu Muslim Rohingnya mengungsi ke Bangladesh, dan berbagai negara lain melalui jalur laut.

(Baca: ‘Myanmar Ingin Menumpas Habis Muslim Rohingya’)

Meski telah banyak negara mengecam kejadian ini, pemerintah Myanmar seakan tutup telinga. Termasuk Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar sekaligus seorang peraih Nobel Perdamaian.

Desakan pencabutan Nobel Perdamaian dari San Suu Kyi pun kembali bergema. Selain disuarakan para politisi, juga digalang oleh sejumlah tokoh dan aktivis kemanusiaan melalui situs change.org.

Penelusuran Serambinews.com, Sabtu (2/9/2017), salah satu petisi "Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi" telah digalang oleh aktivis kemanusiaan dan antikorupsi, Emerson Yuntho, sejak tahun 2016 lalu.

Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar  di perairan Desa  Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga. ANTARA/Syifa/Irp
Imigran suku Rohingya dari Myanmar berada di perahu mereka yang terdampar di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga. ANTARA/Syifa/Irp ()

Hingga Sabtu (2/9/2017) pukul 21.15 WIB, petisi ini telah didukung oleh 237.956 orang.

"Perlu 62.044 untuk mencapai 300.000," demikian isi tulisan di bagian kanan halaman change.org.

Dalam petisi bertajuk 'Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi', para aktivis ini mempertanyakan kepantasan Suu Kyi mendapatkan Nobel perdamaian karena perjuangan anti-kekerasan untuk demokrasi dan HAM.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help