SerambiIndonesia/

Adab Makan Dalam Sanggamara

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan budaya dan adat seperti

Adab Makan Dalam Sanggamara

Oleh: Nurhaida, S.Pd., S.Psi. Pengkaji Kebahasaan di Balai Bahasa Aceh

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan budaya dan adat seperti provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Salah satu warisan budaya yang berasal dari Aceh mengenai berbagai pengajaran untuk menjaga kesopanan dan kesantunan dalam kehidupan ini dituangkan dalam buku Sanggamara.

Buku ini merupakan karya Teukoe Mansoer yang berasal Leupueng, Aceh Besar. Buku tersebut ditulis oleh beliau tahun 1929. Adab makan berisikan tuntunan untuk menjaga perilaku ketika makan termasuk bagian dari isi buku tersebut. Adab dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan, akhlak.

Menjaga perilaku ketika makan merupakan hal penting yang harus kita perhatikan. Makan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang hidup di bumi ini untuk memberikan energi dalam tubuh agar manusia dapat menjalani berbagai aktivitas dalam kehidupannya. Apalagi ketika menghadiri jamuan makan yang dihadiri oleh banyak orang, kesopanan dan kesantunan ketika makan juga harus diperhatikan dengan baik.

Ketika makan, usahakan tidak ada suara yang keluar baik dari mulut meskipun makanan yang dimakan lezat rasanya. Selain itu, jumlah makanan yang dimasukkan ke dalam mulut juga harus disesuaikan banyaknya dengan kapasitas daya tampung mulut supaya makanan yang berada dalam mulut tidak membuat mulut terlalu penuh dengan makanan. Selain itu, ketika makan jangan terlalu menghirup makanan yang dimakan yang biasanya dapat dilakukan terhadap makanan yang berkuah.

Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. Suëp bèk raja beutahimat, bèk meukarat sang beurala. Djan peumajoh hirup bèk that hana adat geukheuën gata Terjemahan Menyuapkan makanan dalam mulut jangan terlalu banyak, jangan makan terburu-buru Ketika makan makanan jangan terlalu dihirup tidak ada adat dikatakan.

Ketika makan terutama ketika makan bersama, setiap orang yang ikut makan bersama harus ingat terhadap rekan-rekannya yang lain. Makanan yang disajikan harus dibagi rata kepada orang lain yang ikut makan bersama berdasarkan jumlah makanan yang disajikan. Semua orang yang hadir perlu mengingat bahwa bukan hanya dirinya yang ingin makan enak, orang lain pun ingin makan enak.

Dengan demikian, setiap orang yang hadir dalam jamuan makan mendapat porsi makanan yang sama seperti digambarkan dalam kutipan berikut ini. Ijok makanan tatimang brat, bandum sahbat bak èk rata. Kon meung gata padjôh mangat, laén ummat na tjit hawa.

Terjemahan
Diberikan makanan perhatikan jumlahnya, semua rekan mendapat bagian sama rata. Bukan hanya Anda yang ingin makan enak, orang lain pun ingin juga. Makan juga perlu dilakukan dalam keadaan santai dan tidak tergesa-gesa. Makanan yang dimasukkan dalam mulut hendaknya dimakan tanpa mengucapkan kata-kata.

Jika ingin berbicara dapat dilakukan ketika makanan di dalam mulut sudah tidak terlalu penuh atau ketika jeda antara satu suapan dan suapan yang lainnya. Suara yang terlalu besar yang diucapkan ketika makan hendaknya tidak dikeluarkan untuk menjaga kesopanan dan kesantunan perilaku ketika makan seperti digambarkan dalam kutipan di bawah ini.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help