SerambiIndonesia/

Politisi Aceh Minta RI Usir Dubes Myanmar

Krisis kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar memancing reaksi dari berbagai

Politisi Aceh Minta RI Usir Dubes Myanmar

* Presiden Diminta Segera Ambil Sikap

BANDA ACEH - Krisis kemanusian yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar memancing reaksi dari berbagai kalangan di seluruh dunia.  Bahkan simpati terhadap aksi beringas militer Myanmar terhadap etnis Rohingnya juga datang dari politisi Aceh, mereka meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk mengusir Dubes Myanmar di Jakarta.

Kecaman dan desakan itu disampaikan oleh dua politisi Partai Aceh (PA), yakni Iskandar Usman Al-Farlaky dan Azhari Cagee SIP. Iskandar Usman Al-Farlaky dalam akun facebook-nya menggunggah video pidato singkat.

Dalam video itu ia mengutuk aksi pembantaian etnis Rohingnya oleh Myanmar dan meminta Pemerintah Indonesia untuk mengusir dubes mereka di Jakarta.

“Jika perlu, bila persoalan kemanusiaan ini tidak tuntas, maka Pemerintah Indonesia kita minta untuk mengusir dubes Myanmar dari Jakarta. Kita juga meminta lembaga pemberi nobel perdamaian kepada Aung San Su Kyi untuk segera mencabutnya, karena keberadaan penerima nobel tersebut tidak bermanfaat sama sekali,” kata Iskandar.

Mantan aktivis mahasiswa ini juga juga menyampaikan keprihatinan mendalam pada momen Idul Adha kali ini, karena masih ada warga muslim di Rakhine yang terus dibantai, ditembak, disiksa, bahkan dibakar tanpa dosa.  Sementara negara-negara di dunia diam seribu bahasa.  “Mari kita berdoa agar Allah membantu saudara kita disana,” pinta Iskandar.

Kecaman juga disampaikan oleh Poltisi Partai Aceh lainnya, yaitu Azhari Cagee SIP, yang juga Sekretaris Fraksi Partai Aceh di DPRA. Menurut Azhari, muslim itu ibarat satu tubuh, bila ada muslim yang sakit maka yang lain juga merasakan sakit. “Saya mengutuk keras Pemerintah Myanmar dan Budha radikalisme yang telah membantai umat muslim Rohingya,” ujarnya.

Azhari bahkan menyerukan masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya, untuk membantu masyarakat Rohingya dengan cara berjihad. “Bila kejahatan kemanusiaan ini terus berlanjut, saya memanggil jiwa-jiwa jihad yang ada di Aceh, utk berjihad membantu saudara seiman dan seagama dengan kita,” kata Azhari Cagee.

Ia berdoa, semoga syurga Allah dan pertolongan Allah bersama muslim Rohingya yang terus dibantai oleh Myanmar. “Wahai para pemuda, tunjukkan jati dirimu sebagai sejatinya mukmin dan muslim, mari kita bantu saudara-saudara kita,” pungkas Azhari.

Terpisah, seorang dosen di Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi, juga mendesak Presiden Joko Widodo agar secepatnya merespons tragedi kemanusian yang menimpa etnis Rohingya, di kawasan Rakhine, Myanmar.

Desakan tersebut disampaikan Rustam dalam bentuk surat terbuka yang diposting melalui akun Facebooknya, Rabu (30/8) malam.

“Saya tidak paham, bagaimana langkah cepat dan tegas sesegera mungkin yang dapat dan harus Bapak Presiden lakukan. Setahu saya, Bapak adalah seorang Presiden dari sebuah negara yang berdaulat dengan rakyatnya yang mayoritas beragama Islam (Muslim),” tulisnya.

Surat terbuka tersebut menjadi viral. Hingga tadi malam, tulisan Dosen Ekonomi Unsyiah itu telah dikomentari 915 pengguna Facebook, dan sudah 1.400 kali dibagikan. Surat untuk Presiden itu juga banyak di-sharing di grup-grup aplikasi chating.(dan/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help