SerambiIndonesia/

Tafakur

Memandang Diri

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain

Memandang Diri

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik” (QS. Al-Hujurat: 11).

Setiap hamba bukan hanya perlu memandang ke luar, tetapi juga sering-sering memandang ke dalam. Memandang ke luar maksudnya memandang orang lain seperti jalan kehidupan yang ditempuh, sedangkan ke dalam adalah memandang diri. Seringkali cara kita memandang diri dan orang lain mempengaruhi bagaimana cara memperlakukan orang lain. Seperti ketika menyebut orang lain dengan nama-nama buruk, itu tak terlepas dari pandangan terhadap diri sendiri sebagai orang baik, mulia, dan sejenisnya.

Kita dianjurkan untuk mau merasakan bagaimana tidak enaknya kalau diri kita sendiri dipandang buruk dan bahkan dizalimi dengan kata-kata oleh orang lain. Setiap perbuatan zalim, termasuk dengan kata-kata, sungguh tak lepas dari dosa. Dan tak terhitung sudah berapa banyak dosa yang telah dilakukan bila perbuatan itu terus berulang dan bahkan sudah menjadi kebiasaan harian.

Karena itu, sebagai orang beriman, kita sudah seharusnya selalu berusaha untuk mengoreksi diri. Terutama mengoreksi cara memandang diri, yang berpengaruh besar terhadap cara memandang orang lain. Kebiasaan memandang diri kaya karena memiliki harta berlimpah atau pintar karena ilmu tinggi sehingga merasa diri pemilik harta atau ilmu, diubah dengan dengan memandang diri sebagai peminjam harta dan ilmu sesaat. Sebagai peminjam tak sepatutnya merasa diri lebih pintar dan mulia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help