SerambiIndonesia/

Kapolri: Saracen Sudah Eksis Sejak Pilpres 2014

"Dia sudah eksis sewaktu Pilpres (2014) sudah eksis. Pilkada gubernur juga grup ini ada yang aktif juga," ungkap mantan Polda Metro Jaya ini.

Kapolri: Saracen Sudah Eksis Sejak Pilpres 2014
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap kasus penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan oleh kelompok Saracen.

Menurut Tito, pihaknya akan menumpas kelompok Saracen hingga ke akar-akarnya, mulai dari pengurus hingga pemberi dana.

"Saya sampaikan tangkap-tangkapin saja. Yang pesan, tangkap. Yang danain, tangkap. Ada lagi yang sejenis dengan itu, tangkap," tegas Tito di Rupatama Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

(Baca: Kelompok Saracen Terapkan Tarif Puluhan Juta untuk Sebarkan Konten SARA di Media Sosial)

Tito mengungkapkan bahwa Saracen bukan kelompok baru dalam menyebarkan ujaran kebencian. Menurutnya Saracen telah beraksi sejak 2014.

"Dia sudah eksis sewaktu Pilpres (2014) sudah eksis. Pilkada gubernur juga grup ini ada yang aktif juga," ungkap mantan Polda Metro Jaya ini.

Meski mengungkapan awal mula keberadaan Saracen, namun Tito mengaku belum mendapatkan sosok yang menggunakan jasa Saracen.

"Belum sampai kesana. Yang jelas kalau ada fakta hukum keterlibatan UUU ITE, siapapun pasti diproses," jelas Tito.

(Baca: Komplotan Penyebar Ujaran Kebencian atau Saracen Ada 800 Ribu Akun, Siapa Ketua dan Pengurusnya?)

Tito menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh kelompok ini karena dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat.

"Gak boleh adanya pembuatan hoax, konten-konten yang negatif, provokatif yang melanggar ITE. Itu akan membuat perpecahan di masyarakat," ujar Tito.

Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help