SerambiIndonesia/

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Beri Kesaksian pada Sidang Uang Seribu, Apa Katanya?

Asrizal juga mengabarkan ada yang baru dalam sidang kali ini, yaitu pihak Pemerintah Aceh mengutus Kepala Dinas Syariat Islam, Dr Munawar A Djalil

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Beri Kesaksian pada Sidang Uang Seribu, Apa Katanya?
Cut Meutia 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017) pagi ini kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan Asrizal H Asnawi terhadap Bank Indonesia (BI) yang menerbitkan gambar pahlawan wanita asal Aceh, Cut Meutia tanpa penutup kepala di uang kertas pecahan Rp 1.000.

Untuk diketahui, Asrizal H Asnawi yang menggugat gambar Cut Meutia tanpa hijab pada uang kertas Rp 1.000, saat ini menjabat sebagai Anggota DPR Aceh, sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRA. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Safaruddin SH dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Melalui pesan Whatsapp kepada Serambinews.com, Asrizal mengatakan, sidang dibuka oleh Ketua Majelis Hakim, Tafsir Sembiring Meliala SH MH, didampingi dua anggota yaitu Abdul Kohar SH MH, dan Desbenneri Sinaga SH MH.

(Baca: BREAKINGNEWS - PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Bank Indonesia, Gugatan terhadap Uang Seribu Berlanjut)

Asrizal juga mengabarkan ada yang baru dalam sidang kali ini, yaitu pihak Pemerintah Aceh mengutus Kepala Dinas Syariat Islam, Dr Munawar A Djalil untuk memberikan keterangannya dalam persidangan tersebut.

“Alhamdulillah Pemerintah Aceh merespon surat permohonan dukungan kepada Gubernur Aceh, agar mengirim Kepala Dinas Syariat Islam sebagai saksi fakta dalam sidang hari ini. Alhamdulillah surat saya mendapatkan respons baik dari Gubernur Irwandi Yusuf dan Wagub Nova Iriansyah yang langsung menugaskan Kadis Syariat Islam untuk hadi sebagai saksi,” kata Asrizal.

Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar Djalil MA, memberikan keterangan pada siang perkara uang seribu, di PN Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017)
Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar Djalil MA, memberikan keterangan pada siang perkara uang seribu, di PN Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017) (IST)

(Baca: Penggugat Uang Seribu Ajukan Sederet Bukti dan Foto Cut Meutia ke PN Jakarta Pusat)

Kabar hadirnya Kadis Syariat Islam dalam sidang lanjutan uang seribu ini juga disampaikan Asrizal dalam status Facebook yang diunggahnya pada, Kamis (7/9/2017) pagi.

Dalam status itu, Asrizal juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang telah memberikan perhatian dan dukungan atas gugatannya dalam memperjuangkan marwah pahlawan perempuan Aceh. "Hijab untuk Cut Meutia," tulis Asrizal.

Kuasa Hukum Asrizal dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH mengatakan, sidang hari ini beragendakan pemeriksaan saksi fakta dan saksi ahli dari penggugat.

Ditanya apa saja keterangan yang diberikan oleh Kadis Syariat Islam Aceh, Dr Munawar Djalil dalam sidang tersebut, Safaruddin mengatakan, "Sidang sedang berlangsung. Insya Allah nanti setelah sidang selesai akan kami  sampaikan hasilnya," kata Safaruddin yang dihubungi via pesan Whatsapp.

Sebelumnya, Safaruddin mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah saksi dan bukti-bukti untuk memperkuat gugatan mereka, bahwa Cut Meutia memang menggunakan hijab semasa hidupnya. Tidak seperti yang digambarkan dalam uang kertas pecahan Rp 1.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tahun emisi 2017.

Di antara bukti yang akan diajukan ke pengadilan adalah, Catatan Ahli Sejarah Aceh, Hermansyah dengan judul: Peuteupat (meluruskan) Sumber Sejarah Pahlawan, yang mengkaji tentang foto Cut Meutia yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam uang pecahan Rp1000,-.
(Baca: Dari Mana Gambar Cut Mutia di Uang Rp 1.000? Ini Sejarahnya)

Foto perempuan Aceh, karya Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (1901) yang diduga sebagai cikal bakal gambar Cut Meutia.
Foto perempuan Aceh, karya Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (1901) yang diduga sebagai cikal bakal gambar Cut Meutia. (KITLV, Repro hermankhan.com)
Sejarah Foto Cut Meutia
Sejarah Foto Cut Meutia (Hermankhan.com)
Sejarah Foto Cut Meutia
Sejarah Foto Cut Meutia (hermankhan.com)
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help