SerambiIndonesia/

Liga Muslim Dunia Sebut Myanmar Seperti ISIS

Liga Muslim Dunia meminta segera intervensi dan dukungan untuk Rohingya, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Liga Muslim Dunia Sebut Myanmar Seperti ISIS
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Poster dan spanduk yang mengecam Biksu Ashin Wirathu dan tokoh prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dibawa massa dari Solidaritas Indonesia untuk Kemanusiaan saat berdemonstrasi terkait etbis Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015). Demonstran mendesak Myanmar menghentikan kekerasan, melindungi, dan mengakui keberadaan etnis Rohingya. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Serangan brutal dan pembunuhan masal genosida terhadap muslim Rohingya di Myanmar sangat mengotori nilai etika dan kemanusiaan dan memalukan dunia internasional.

Pengusiran besar-besaran dan pembunuhan oleh militer Myanmar terhadap muslim Rohingya sama persis buruknya dengan apa yang dilakukan al-Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham (Daesh) atau ISIS dalam ekstrimisme kebrutalannya.

Muslim World League (Liga muslim dunia) mengingatkan, Rabu (6/9/2017) seperti diberitakan arabnews.com, jika dunia gagal menyelamatkan muslim Rohingya, maka kredibilitas masyarakat internasional dipertaruhkan.

Liga Muslim Dunia meminta segera intervensi dan dukungan untuk Rohingya, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Ini mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas dan efektif untuk mengakhiri pembantaian di Myanmar, seperti halnya dengan Daesh dan Al-Qaeda, dan untuk menunjukkan keteguhan dalam menghadapi teror terorganisir.

Menurut angka Liga Muslim Dunia sebanyak 6.334 orang tewas di negara bagian Rakhine sejak 25 Agustus dan 8.349 orang terluka.

Sebayak 500 wanita telah diperkosa; 103 desa dan 23.250 rumah telah terbakar habis; dan 335.000 orang telah kehilangan tempat tinggal.

Liga Muslim menyatakan kembali kecaman terhadap kekerasan sektarian yang ditujukan pada komunitas manapun, entah Muslim atau non-Muslim, dan mengatakan bahwa mereka berulang kali mengutuk serangan terhadap orang-orang dari semua agama.

Penulis: ariframdan
Editor: ariframdan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help