SerambiIndonesia/

Melon Itu Bergulir ke PNS dan Restoran

KABID Ekonomi Setdakab Pidie, drh Fadli kepada Serambi kemarin mengatakan, sebenarnya gas 3 kg

Melon Itu Bergulir ke PNS dan Restoran

KABID Ekonomi Setdakab Pidie, drh Fadli kepada Serambi kemarin mengatakan, sebenarnya gas 3 kg yang juga diistilahkan elpiji melon dengan harga subsidi diperuntukkan bagi masyarakat miskin berpendapatan Rp 1,5 juta per bulan dan boleh digunakan untuk usaha mikro. Namun, di lapangan justru gas 3 kg digunakan PNS dan restoran. “PNS dan restoran dilarang menggunakan gas 3 kg karena PNS tidak masuk kategori miskin,” tegasnya.

Gas 3 kg dijatahkan untuk warga miskin per kepala keluarga (KK) sebanyak tiga tabung per bulan. Pada awalnya kebutuhan gas subsidi untuk Pidie 2.700.000 tabung per tahun namun Pertamina menambah menjadi 3.100.000 tabung per tahun.

“Seharusnya cukup jika disalurkan tepat sasaran. Kemudian pembagian sistem antrean cukup rumit karena nama KK tidak terpantau. Bisa saja menyusup KK bukan dari kalangan miskin,” ungkapnya.

Mengenai gas dijual dengan harga tinggi, menurut Fadli, sering ditemukan di kios pengecer yang merupakan penjualan gas tidak resmi. Pemilik kios membeli gas pada pangkalan sebanyak 5 hingga 10 tabung dan menjual di atas HET.

“Kita tidak bisa mengambil tindakan terhadap kios yang melakukan penyelewengan karena kios menjual gas tidak ada izin. Kecuali polisi boleh menangkap pemilik kios pengecer. Tugas kami hanya menindak pangkalan. Isu permainan harga dan penimbunan gas sering kita dengar, tapi belum bisa dibuktikan,” pungkas Fadli.

Menyikapi kelangkaan gas tersebut, Wabup Pidie, Fadhlullah TM Daud ST memerintahkan Asisten Kesejateraan Setdakab Pidie membentuk tim untuk menelusuri penyebab kelangkaan yang terus meluas.

“Tim harus segera turun ke pangkalan, jika ada indikasi pangkalan yang menpermainkan harga dan menimbun gas agar diambil tindakan tegas,” tandas Fadhlullah.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help