Miris, Setiap Hari Warga Pedalaman Ini Harus Arungi Sungai, Padahal Kampung Kelahiran Bupati Lho!

Tidak ada jembatan penyeberangan menjadi masalah utama yang dihadapi penduduk di pinggiran Sungai Cubo ini.

Miris, Setiap Hari Warga Pedalaman Ini Harus Arungi Sungai, Padahal Kampung Kelahiran Bupati Lho!
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Warga Sarah Panyang sedang mengarungi Sungai sebagai satu-satunya alternatif jalur transportasi. 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU – Miris, mungkin kata ini cocok dialamatkan terhadap nasib yang dialami warga pedalaman di Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya.

Pasalnya, hingga saat ini warga pedalaman itu masih menyeberang sungai dengan cara mengarunginya.

Tidak ada jembatan penyeberangan menjadi masalah utama yang dihadapi penduduk di pinggiran Sungai Cubo ini.

Jika mereka hendak ke desa tetangga atau  ke Keude Luengputu Ibukota Bandarbaru , termasuk hendak shalat Jumat terpaksa harus mengarungi sungai.

Baca: Jembatan Ayun Kota Langsa Putus, Belasan Remaja Jatuh dari Ketinggian 10 Meter, Begini Ceritanya

Sedihnya lagi bagi anak-anak sekolah, mereka setiap hari harus menyeberangi sungai yang terkadang terpaksa menantang maut jika sewaktu-waktu debit air meningkat.

Sejumlah warga kepada Serambinews,com, Kamis (7/9/2017) mengaku sejak jembatan lama ambruk tahun 2002, hingga sekarang pemerintah belum  membangun yang baru.

Pemerintah kerap “tutup mata” melihat kondisi masyarakat pedalaman yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca: VIDEO: Kunjungi Jembatan Kutablang, Saifannur Tanyakan Ini pada Kontraktor

Halaman
12
Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved