SerambiIndonesia/

Hiswanamigas Aceh: Seharusnya tidak Langka

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) DPC Aceh, menduga ada

Hiswanamigas Aceh: Seharusnya tidak Langka
Warga antrean membeli elpiji 3 kg di sebuah pangkalan di Jalan T Umar, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (7/9). Elpiji subsidi pemerintah itu sesuai HET dijual Rp 18.000/tabung untuk warga kurang mampu dan usaha kecil. 

BANDA ACEH - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) DPC Aceh, menduga ada keganjilan terkait laporan kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg, di sebagian wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, pasokan elpiji 3 kg pada bulan September 2017 telah ditambah 11 persen dari distribusi normal.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Elpiji DPC Hiswanamigas Aceh, Wirdansyah SAg, kepada Serambi, Kamis (7/9), menanggapi berita yang dilansir harian ini kemarin, yang menyebutkan elpiji 3 kg bersubsidi langka serta sulit ditemukan di sebagian besar wilayah Aceh, beberapa hari terakhir.

“Kami pastikan tidak ada kelangkaan elpiji 3 kg. Karena pada bulan September ini pasokannya ditambah, dari distribusi normal sebanyak 2.243.360 tabung, ada penambahan 246.769 tabung atau sekitar 11 persen, sehingga total keseluruhan menjadi 2.490.129 tabung,” ujarnya.

Wirdansyah menyebutkan, penelusuran pihaknya hingga kemarin tidak ada permasalahan dengan distribusi dan kuota elpiji 3 kg untuk Aceh, baik kuota maupun distribusinya. “Semuanya berjalan lancar sesuai SOP yang telah ditentukan terhadap semua agen dan pangkalan,” kata dia.

“Jadi saat dilaporkan langka dan harganya melambung, itu menjadi hal aneh. Bila di lapangan ternyata ada kelangkaan, maka ada sesuatu yang salah. Kondisi saat ini sama seperti bulan-bulan sebelumnya, kuota cukup, distribusi lancar. Justru di bulan ini ditambah lagi pasokan elpijinya sampai 11 persen,” tambah Wirdansyah.

Ia pun menjelaskan Hiswanamigas Aceh dan PT Pertamina Aceh selalu berkoordinasi dan bersinergi dalam memonitor pendistribusian elpiji 3 kg yang dilaksanakan oleh agen dan pangkalan. Meski diakui dalam memonitoring dan pengawasan yang dilakukan Hiswanamigas dan Pertamina masih terbatas.

Karena itu pihaknya meminta stakeholder dan seluruh elemen masyarakat, di perkotaan sampai ke gampong-gampong, dapat berpartisipasi mengawasi pendistribusian elpiji bersubsidi ini. “Elpiji 3 kg ini adalah gas bersubsidi yang menggunakan anggaran negara, sehingga semua pihak diharapkan aktif mengawasi pendistribusiannya,” kata Wirdansyah.

“Kami dari Hiswanamigas saat ini juga sedang intensif berkoordinasi dengan seluruh agen elpiji 3 kg untuk mencari tahu dugaan kelangkaan seperti yang diberitakan. Kalau memang ada temuan di lapangan, maka kami akan berkoordinasikan dengan Pertamina dan pemkab setempat,” demikian Wirdansyah.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help