SerambiIndonesia/

Ini Lima Rekomendasi Panwaslih

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh Tamiang berjalan lancar tanpa ada rintangan

Ini Lima Rekomendasi Panwaslih
KETUA Panwaslih Aceh Tamiang Muhammad Khuwalid foto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada Stakeholder dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Aceh Tamiang di SKB Karang baru beberapa hari lalu. 

* Untuk Pilkada yang Lebih Baik di Tamiang

PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh Tamiang berjalan lancar tanpa ada rintangan dan hambatan berarti dalam proses pelaksanaannya, hingga menghasilkan bupati dan wakil bupati pilihan rakyat, yaitu Mursil SH dan Tengku Insyafuddin ST, pada awal Februari 2017 lalu.

Untuk perbaikan kualitas penyelenggaraan Pilkada yang lebih baik ke depannya, Panwaslih Aceh Tamiang pun memberikan lima rekomendasi. Di antaranya, menyarankan agar semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu, agar berkomitmen menjalankan regulasi dan menyamakan persepsi terkait dengan substansi dari UU Pemilu itu sendiri.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Tamiang, Muhammad Khuwalid mengatakan, Panwaslih Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu penyelenggara dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada di kabupaten ini, sudah menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan amanah konstitusi. “Walaupun ada riak-riak yang terjadi, namun dapat ditangani dengan bijak dan arif, sesuai aturan yang ada,” katanya.

Atas terlaksananya Pilkada secara damai dan lancar ini, Komisioner Panwaslih yang dikomandoi Muhammad Khuwalid, dengan empat komisioner lainnya; Rusli, Indra Kurniawan, Zulfahar Faisal, dan Lindawati, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Aceh Tamiang yang telah berpartisipasi aktif turut serta mengawal suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017 di Aceh Tamiang.

Ucapan terimakasih juga diucapkan kepada jajaran pemerintah daerah serta Forkopimda kabupaten ini yang telah bekerja sama dengan Panwaslih Aceh Tamiang dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh serta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang.

“Di akhir masa tugas kami sebagai komisioner Panwaslih Aceh Tamiang, kami memohon maaf kepada seluruh warga Aceh Tamiang, jika dalam proses pelaksanaan mengawasi pelaksanaan Pilkada, mungkin ada hal yang tidak sesuai dengan harapan warga dalam meningkatkan kualitas demokras. Namun percayalah, bahwa Panwaslih Aceh Tamiang berusaha semaksimal mungkin, karena dalam setiap langkah kerja, kami selalu merujuk pada aturan yang ada agar pesta demokrasi ini berkualitas dan berintegritas,” ungkapnya.

Muhammad Khuwalid berharap kepada komisioner lembaga pengawas dalam kompetisi yang akan datang, agar dapat lebih baik dan berintegritas lagi dalam mengawal regulasi pesta demokrasi ini. Sehingga sesuai dengan harapan warga. “Di akhir tugas kami, atas nama Panwaslih Aceh Tamiang, kami komisioner Panwaslih Tamiang beserta jajaran sekretariat, mohon pamit kepada semua pihak. Dan yakinlah bahwa jiwa raga kami tetap bersama warga Aceh Tamiang dalam mengawasi even demokrasi di Bumi Muda Sedia ini. Salam demokrasi,” tegasnya.(*)

Rekomendasi
* Pemilihan kepala daerah di setiap kabupaten merupakan genda nasional dan menjadi agenda wajib bagi daerah untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Karenanya ke depan, Pemerintah Daerah diharapkan mengutamakan kepentingan pesta demokrasi dari segi penyediaan anggaran yang cukup. Sehingga penyelenggara pengawasan tidak tertatih-tatih dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada.

* Dalam mendukung pelaksanaan Pilkada berjalan sukses yang dilakukan pemerintah daerah dengan berbagai programnya, baik itu sosialisasi atau bentuk lainnya terkait kepemiluan, agar kiranya Pemerintah melibatkan dan memfungsikan Panwaslih pada kegiatan tersebut. Sehingga sinergi dan sinkron antara penyelenggara dengan pemerintah daerah.

* Kepada semua pihak yang berkaitan dengan Pemilu agar berkomitmen menjalankan regulasi dan menyamakan persepsi terkait dengan substansi dari UU Pemilu itu sendiri.

* Mengenai peradilan khusus dalam sengketa Pilkada, pihaknya berharap kepada jajaran pengawas yang lebih tinggi, baik pengawas provinsi maupun pusat agar memberikan pendidikan/pelatihan terkait peradilan khusus yang dijalankan Panwas Kabupaten/Kota dalam penyelesaian sengketa Pemilu yang disidangkan melalui sidang musyawarah.

* Harapan besar kepada media massa (pers) sebagai media kontrol diharapkan agar terus mengawasi pelaksanaan Pemilu, pelaksanaan jadwal dan waktu Pemilu, pengawasan terhadap penegakan aturan pelaksanaan Pemilu, peserta Pemilu, dan pemilih. Di samping itu media massa juga diharapkan berperan sebagai media pendidikan politik bagi warga, terkait hak dan tanggung jawab sebagai pemilih, menggunakan hak pilih dengan baik dan benar, serta memberikan informasi tentang tata cara dan strategi politik yang sehat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help