SerambiIndonesia/

PA Resmi PAW Geuchik Joy

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh (PA) resmi mengusulkan pergantian antar waktu (PAW) untuk

PA Resmi PAW Geuchik Joy
Seorang anggota DPRA berinisial JD (36) bersama tiga temanya diamankan di Polresta Banda Aceh, Kamis (10/8). Mereka ditangkap saat tengah pesta sabu di sebuah desa di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (9/8). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Anggota DPRA Terlibat Narkoba

* Posisinya Digantikan Martini

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh (PA) resmi mengusulkan pergantian antar waktu (PAW) untuk Jainuddin, anggota DPRA Fraksi PA yang tersandung kasus narkoba beberapa waktu lalu.

Jainuddin atau yang lebih akrab disapa Geuchik Joy akan digantikan oleh Martini, sesuai dengan surat usulan Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Aceh Timur bernomor 003/DPW-PA/ATIM/VII/2017 pada tanggal 14 Agustus 2017.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua DPP PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, saat diwawancarai Serambi, Kamis (7/9). Ia bahkan mengaku, dua hari setelah menerima surat usulan dari DPW Aceh Timur, DPP PA langsung mengeluarkan surat usulan PAW dengan nomor 119/KPTS-PA/VII/2017.

“Keputusannya PAW dan sudah kita usulkan PAW-nya ke pimpinan DPRA,” kata Abu Razak melalui sambungan telepon. Abu Razak saat ini mengaku sedang berada di Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.

Sebagaimana diketahui, Geuchik Joy tertangkap tangan sedang mengonsumsi barang haram jenis sabu-sabu bersama tiga rekannya di Desa Paleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, Rabu 9 Agustus silam. Malam itu juga, Geuchik Joy dan tiga rekannya digelandang ke Polresta Banda Aceh.

Abu Razak membenarkan, bahwa pengganti Jainuddin yang diusulkan adalah Martini, yang juga calon anggota legislatif PA dari dapil enam Aceh Timur pada 2014 silam. Informasi yang ditelusuri Serambi, saat itu Martini gagal menduduki kursi DPRA, karena hanya memperoleh 1.638 suara.

Martini kala itu bertengger pada posisi ketujuh dari delapan calon yang maju dari PA. “Penggantinya ya sesuai dengan usulan dari wilayah,” sebut Abu Razak.

Wakil Ketua DPP PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak juga mengungkapkan bahwa persoalan Jainuddin ini sudah dibahas di tingkat partai, dan PA tidak mentolelir kader yang terlibat narkoba.

“Mualem menegaskan, siapapun anggota atau pengurus terlibat narkoba, maka partai tidak akan menolerirnya,” kata Abu Razak.

“Tidak ada perlindungan bagi yang menggunakan sabu-sabu, tetap kita proses sesuai aturan, dan ini keputusan partai,” tambahnya lagi.

Menurut Abu Razak, keterlibatan Jainuddin alias Geuchik Joy sebagai pengguna narkoba memang sudah terbukti, setidaknya hal itu bisa dipastikan sejak awal pemberitaan penangkapan Jainuddin.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan lagi bagi partai untuk tidak mengambil sebuah keputusan bagi Geuchik Joy selaku wakil partai dan wakil masyarakat Aceh di parlemen. “Kan tidak mungkin kita sembunyikan hal ini, dan jauh-jauh hari kita telah menginstruksikan bahwa PA anti terhadap narkoba,” tegas Abu Razak.

Meski di-PAW, namun keanggotaan Jainuddin di partai tidak dicabut. Artinya, partai tidak akan lepas tangan begitu saja dan tetap akan melakukan pembinaan. “Insya Allah kita akan tetap membina yang bersangkutan,” ujar Abu Razak.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help