SerambiIndonesia/

Inafis Turun ke TKP

Polres Aceh Utara menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polda Aceh ke tempat kejadian perkara (TKP)

Inafis Turun ke TKP
IST
Warga Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Rabu (6/9/2017). 

* Selidiki Kasus Janda Lansia Digorok

LHOKSUKON – Polres Aceh Utara menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polda Aceh ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Rudaimah (60), janda lanjut usia (lansia) di kawasan desa setempat, Jumat (8/9). Polisi sampai saat ini belum berhasil mengungkap pelaku dan motif kasus pembunuhan sadis tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, janda lansia tersebut ditemukan tewas dengan leher tergorok di rumahnya pada Rabu (6/9) sekira pukul 19.30 WIB. Selain luka gorok di leher, juga terdapat sejumlah sayatan dan memar di tubuh korban. Penyelidikan kasus pembunuhan tergolong sadis ini dipimpin langsung Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata.

“Tadi pagi (kemarin-red), tim Inafis bersama identifikasi Reskrim sudah ke lokasi untuk menyelidiki langsung kasus pembunuhan tersebut. Sebelumnya, rumah korban juga sudah dipasang police line,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasubbag Humas AKP Jafaruddin kepada Serambi, Jumat (8/9).

Disebutkannya, tim tersebut khusus diturunkan ke TKP untuk memudahkan pengungkapan kasus itu, karena petugas belum berhasil mengungkap pelaku dan motif dari kasus pembunuhan tersebut. “Tim sampai sekarang masih bekerja di lokasi,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, untuk pengembangan kasus tersebut polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian sebagai saksi. Selain itu, juga sudah mengamankan barang bukti berupa pisau dan sejumlah barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian.

Informasi lain yang diperoleh Serambi, janda dua anak tersebut sehari-hari berjualan sayur-sayuran, dan bensin, serta ikan asin di depan rumahnya untuk kebutuhan warga di kawasan itu. Karena suaminya sudah meninggal enam bulan yang lalu, sehingga ia harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dari berjualan.

“Kejadian pembunuhan tersebut terjadi sangat singkat. Sebelum saya menutup kios jelang Magrib, kondisi di rumah janda tersebut masih sepi. Tapi, setelah shalat saya membuka kios lagi, saya melihat sudah ramai di depan rumah Nek Rudaimah,” ujar M Yusuf, warga Langkahan kepada Serambi, kemarin.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help