SerambiIndonesia/

Pemuda Ini Menikah di Penjara dengan Mahar 100 Ribu, Usai Ijab Kabul Tak Bisa Malam Pertama

Kapolsek Pancoran Kompol Hari Agung mengacungi jempol untuk kedua mempelai karena tanpa rasa canggung mau menikah di rutan.

Pemuda Ini Menikah di Penjara dengan Mahar 100 Ribu, Usai Ijab Kabul Tak Bisa Malam Pertama
Kompas.com
Tahanan Mapolsek Pancoran menikah pada Jumat (8/9/2017) 

SERAMBINEWS.COM - Cinta dan jodoh memang misteri Ilahi.

Jika Allah sudah menentukan, maka sejauh apapun jarak yang memisahkan dan apapun masalah yang menghalangi, jodoh pasti bertemu.

Hal ini cocok untuk menggambarkan dua sejoli yang dimabuk cinta ini.

Fitri, gadis belia tak ragu menikahi pacaranya Ari Fauzan yang baru berusia 20 tahun pada Jumat (8/9/2017) sore.

Ari bukan sembarang pria, dia adalah seorang tahanan Polsek Pancoran, Jakarta Selatan.

Karena pasangannya seorang narapidana, mereka pun menikah kawasan rumah tahanan.

Kapolsek Pancoran Kompol Hari Agung mengacungi jempol untuk kedua mempelai karena tanpa rasa canggung mau menikah di rutan.

"Ini bukti cinta sejati pernikahan, akad nikah di Rutan Polsek Pancoran," kata Hari, Jumat malam.

Dia menekankan Ari dinikahkan karena saling mencintai dengan kekasihnya dan tidak ada unsur lain.

Bukan hanya tempat pernikahan yang patut diacungi jempol, Ari menikahi Fitria mas kawin Rp 100 ribu.

Pernikahan digelar bertepatan sebulan sejak ditahannya Ari.

Tahanan Mapolsek Pancoran menikah pada Jumat (8/9/2017) (Kompas.com)
Tahanan Mapolsek Pancoran menikah pada Jumat (8/9/2017) (Kompas.com) 

Ari ditahan pada 8 Agustus 2017 karena kasus pencurian.

Pemuda asal Lampung itu tertangkap mencuri 16 unit splitter dan kabel patchord milik PT Telkom di Jalan Raya Pasar Minggu simpang Duren Tiga.

Kini Ari harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan tak bisa menikmati bulan madu.

"Pelaku tetap diproses Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan," ujar Hari. (*)

Editor: faisal
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help