SerambiIndonesia/

Unida Hibah Rumoh Aceh ke Malaysia

Ketua Yayasan Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh, Drs HA Malik Raden MM menghibah

Unida Hibah Rumoh Aceh ke Malaysia
PIMPINAN Ma’had Bisaladiniyah Yala Thailand, Rozybensulong (dua kiri) didampingi Rektor Jisda Yala Dr Rasyid menyerahkan cinderamata kepada Ketua Yayasan Unida Banda Aceh, HA Malek Raden MM didampingi Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim bersama Drs Bustamam Ali MPd 

BANDA ACEH - Ketua Yayasan Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh, Drs HA Malik Raden MM menghibah Rumoh Aceh miliknya untuk masyarakat Aceh di Malaysia. Rumah kayu dengan ukiran ornamen khas Aceh itu diserahkan pada pertemuan dengan delegasi Malaysia yang dipimpin Presiden Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM), Cek Jazni, Rabu (6/9) malam, di Aula Unida, Surien.

Selain acara makan malam bersama dengan civitas akademika Unida, malam itu juga disajian kesenian tradisional Aceh. Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim MSi menyampaikan rasa gembiranya atas kehadiran masyarakat Aceh Malaysia sebagai program ‘Saweu Gampong’ di Unida.

Syafei Ibrahim juga mengharapkan agar rombongan masyarakat Aceh Malaysia atau kelompok lain, baik dalam tatanan memajukan pendidikan ataupun pertukaranan budaya, dipersilahkan berkunjung ke kampus tersebut.

“Kami merasa sangat bahagia dengan kehadiran tamu-tamu dari Malysia seperti ini. Mudah-mudahan rombongan ini datang kembali pada masa mendatang,” ujar Rektor Unida, yang disambut tepuk tangan para tamu yang berhadir malam itu. Hadir pada acara silaturahmi tersebut, H Harun Keuchik Leumiek sebagai tokoh adat Aceh dan ikut memberikan sambutan

Sementara itu, Ketua Yayasan Unida, HA Malik Raden didampingi istrinya Cut Trisnawati dalam sambutannya menyatakan, Rumoh Aceh miliknya yang dihibahkan itu akan didirikan di komplek perkampungan Aceh di Gampong Yan Kedah, Malaysia.

Rumah kayu dengan ornamen khas Aceh nantinya akan dapat memikat wisatawan yang berkunjung ke gampong Aceh tersebut. “Karena dengan rumoh tersebut, nuansa ke-Aceh-an makin terasa,” ucap mantan Kakanwil Depdikbud Aceh tersebut.

Sementara itu, Presiden Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM), Cek Jazni menjelaskan, mereka telah tinggal di Kampung Aceh Yan sejak sebelum Indonesia merdeka. Namun sampai sekarang adat istiadat Aceh tetap dipertahankan sepeti bahasa Aceh, makanan khas Aceh, pakaian, dan lain lain.

Kampung Yan Keudah merupakan pusat sekretariat IMAM dan sekaligus pusat budaya Aceh. Bahkan, di tempat itu juga terdapat galeri yang menyimpan barang budaya Aceh. “Kehadiran Rumoh Aceh di Kampong Yan akan menambah nilai ke-Aceh-annya,” kata Cek Jazni yang didampingi Cek Raman.

Wakil Rektor III Unida, Drs Bustamam Ali MPd menambahkan, sebelum bertolak kembali ke Malaysia, rombongan itu telah melihat langsung Rumoh Aceh tersebut yang berdiri megah di Gampong Meunasah Keumeudee, Sibreh, Aceh Besar.(rel/mis)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help