SerambiIndonesia/

Droe Keu Droe

Dompet Peduli Rohingya

SEDIH, miris bercampur aduk ketika melihat dan membaca dari media massa kondisi warga Rohingya

Dompet Peduli Rohingya
MUSLIM Rohingya melarikan diri dari operasi militer yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine, Myanmar, Minggu (3/9). Mereka melintasi jalan berlumpur di perbatasan Bangladesh- Myanmar untuk mencapai tempat yang lebih aman di Cox's Bazar, Bangladesh.

SEDIH, miris bercampur aduk ketika melihat dan membaca dari media massa kondisi warga Rohingya yang terpaksa mengungsi dari wilayah pemukiman mereka di Arakan, Myanmar. Mereka --di antaranya bayi, anak-anak, perempuan dan orang tua-- diusir, dikejar, dan dibantai oleh penguasa Myanmar yang tidak mengakui keberadaan mereka.

Melihat kondisi mereka ini yang sangat memprihatinkan, sudah sepatutnya Serambi Indonesia dan lembaga lainnya di Aceh dan Indonesia yang notabene saudara seiman dan seakidah, membuka program Dompet Peduli Rohingya untuk memfasilitasi masyarakat dan rakyat Aceh untuk membantu meringankan beban mereka. Ini, menurut saya, lebih baik dari pada membuka ‘posko jihad’ untuk pergi bela agama ke sana (Myanmar) saat ini.

Setidaknya itu dapat membantu meringankan beban saudara kita orang Rohingya yang bernasib tidak sama seperti kita dalam menghadapi krisis kemanusiaan di tempat-tempat pengungsian dengan kondisi seadanya, bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan saat ini dari pada bergabung berjihad bersama Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA).

Seharusnya kasus dan krisis Rohingya dibahas dalam bersama negara-negara ASEAN, bahkan PBB. Namun sayangnya ketidakterwakilan etnis Rohingya baik di parlemen Myanmar atau pemerintah Myanmar tidak peduli, sehingga gaung dan isu Rohingya tidak menjadi pembahasan di dunia internasional.

Selanjutnya, di samping upaya-upaya pendekatan diplomasi yang saat ini dilakukan oleh pemerintah RI, kita juga berharap itikad baik dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk membahas hal ini, dengan mendesak dan mengultimatum pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan krisis Rohingya, bukan hanya kecaman saja.

Teuku Rahmad Danil Cotseurani
PDAM Tirta Krueng Meureudu Pidie Jaya. Email: danilcotseurani@yahoo.co.id

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help