SerambiIndonesia/

11 Pelanggar Syariat Dicambuk

Sebanyak 11 pelanggar syariat yang terdiri atas enam pelaku ikhtilath (bermesraan) dan 5 pelaku maisir

11 Pelanggar Syariat Dicambuk
Pengunjung menyaksikan eksekusi hukuman cambuk terhadap pelanggar Qanun Syariat Islam di halaman Masjid Baitul Musyahadah, Banda Aceh, Senin (11/9/2017). Eksekusi cambuk dilakukan terhadap 11 pelanggar syariat Islam yang terdiri atas dua wanita dan sembilan laki-laki yang melanggar pasal ikhtilat (mesum) dan maisir (judi) dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2015 tentang hukum jinayat. SERAMBI/M ANSHAR 

* Enam Ikhtilath, Lima Maisir

BANDA ACEH - Sebanyak 11 pelanggar syariat yang terdiri atas enam pelaku ikhtilath (bermesraan) dan 5 pelaku maisir (judi) dicambuk di Halaman Masjid Baitul Musyahadah Seutui, Banda Aceh, Senin (11/9) siang. Prosesi uqubat cambuk dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan disaksikan ratusan jamaah masjid dan warga di sekitar lokasi.

Adapun enam terpidana ikhtilath yaitu MA (22) dihukum 26 kali cambuk, ML (26) 26 kali cambuk, AR (24) 26 kali cambuk, KA (34) 27 kali cambuk, SF (24) dicambuk 27 kali, dan PP (27) dihukum 22 kali cambuk. Sedangkan terpidana maisir yaitu MH (63) dihukum 27 kali cambuk, MY (42) 21 kali cambuk, MJ (59) 10 kali cambuk, RM (27) 21 kali cambuk, dan MN (61) dihukum 28 kali cambuk.

Amatan Serambi kemarin siang, prosesi uqubat cambuk berjalan lancar meskipun diwarnai sorakan warga. Warga mulai bersorak saat ML (26) pelaku ikhtilath minta petugas berhenti saat dicambuk kedelapan kali. Entah karena haus atau gugup, dia meminta izin untuk minum sejenak dan hukuman pun dilanjutkan. Begitu pula saat para pelaku maisir hendak dicambuk, warga bersorak sorai saat melihat pelaku mengangkat kedua tangan seakan menyapa penonton dari atas panggung.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman saat diwawancara seusai uqubat cambuk mengatakan, Pemko Banda Aceh komit melakukan uqubat cambuk terhadap pelanggar syariat sesuai hukum yang berlaku tanpa pilih kasih. “Seiring dengan itu, kami akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat lewat tausiah-tausiah. Sampai nanti kita bisa mengamalkan syariat tanpa disuruh,” tukasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help