SerambiIndonesia/

Ampon Yan, Godaan Dara Muda, dan Toke Sufi di TIM Jakarta

TEATER Komedi Ampon Yan Banda Aceh, memperlihatlah pesona aktor Aceh di Taman Ismail Marzuki

Ampon Yan, Godaan Dara Muda, dan Toke Sufi di TIM Jakarta
WAKIL Rakyat Aceh, Teuku Riefky Harsya kagumi pertunjukan Teater Ampon Yan di Jakarta, Minggu (10/9) malam. 

TEATER Komedi Ampon Yan Banda Aceh, memperlihatlah pesona aktor Aceh di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Minggu (10/9) malam. Melalui lakon “Tergoda Dara Muda,” memperlihatkan bahwa seni teater tetap eksis di Tanah Rencong.

Kekuatan akting diperlihatkan oleh Teuku Januarsyah yang memerankan tokoh Ampon Yan, dan Sarbunis MR, si penyiar RRI Banda Aceh yang lekat dengan sosok Sudin. Figur ini adalah pembantu Ampon Yan, sekaligus kerabat dan dalam hal-hal tertentu juga sahabat.

Kedua figur itu, Ampon Yan dan Sudin berhasil menghidupkan jalannya lakon dan mengantarkan “Tergoda Dara Muda” sebagai sebuah tontonan segar.

Dalam lakon itu, Ampon Yan dan Sudin bahkan bertindak sebagai tukang sentil wakil rakyat, dokter, polisi dan apa saja yang melintas di benak keduanya. Termasuk soal macetnya air PDAM, khususnya air PDAM ini tentu kasus di Banda Aceh, yang airnya “macet terus.”

DIbuka dengan kehadiran dua orang tukang cerita, Syeh Sofyan Lhaoong, dan Hus mengabarkan jalannya lakon. Ditingkah musik yang segar, dimainkan Tebong, Akhyar, Zul Nizar, Mirza Falevi.

Si tukang cerita membuka lembar pertama panggung dengan cara berhikayat. Kedua tukang cerita ini juga tampil di antara pergantian adegan.

Ceritanya sendiri sebetulnya sederhana dan cenderung lemah. Tapi kehebatan Ampon Yan, Sarbunis, dan dua tukang cerita serta tentu saja keelokan musik, membuat pertunjukan menjadi istimewa.

Adalah Toke Sufi diperankan Rustam Efendi, pengusaha kaya yang berhasrat kawin lagi dengan si Cantik Sitompul (Wiwik). Gadis ini adalah sepupu dari Sabar (Arifin Efendi), anak buah Toke Sufi. Istri Toke Sufi, Ramlah dimainkan oleh Popi Gade, tentu saja mencium bau selingkuh ini. Tapi ia justru mendapat perlakuan kasar dan brutal dari Toke Sufi. Adegan ini, ini benar-benar menggugah dan menyayat. Ramlah, perempuan yang telah mendampingi Toke Sufi sejak masa sulit, dikata-katain telah “berjari gajah” dan “masakan yang asin” . Ini adalah potret sehari-hari para lelaki pencari kesalahan istri.

Ampon Yan dan dibantu Sudin menjadi penengah dan menyarankan Ramlan mengadukan suaminya ke polisi karena telah melakukan KDRT. Hanya saja, narasi Ampon Yan soal berbagai pasal KDRT terlalu curhat. Padahal, tanpa menyebut undang-undang atau ancaman hukuman, hati penonton sudah berpihak ke korban.

Pertunjukan itu juga diperkuat Faisal Jamil (polisi), Munawir (vokal). Manajer Produksi Nur Maida Atmaja dan Sutradara T. Januarsyah.

Wakil rakyat
Wakil rakyat Aceh di Senayan, Teuku Riefky Harsya tampak sangat menikmati pertunjukan teater komedi itu. Politisi Partai Demokrat yang juga Ketua Komisi X DPR, sesekali ikut tertawa lepas tatkala di panggung berlangsung peristiwa menggelitik. Ia mengaku terpesona dengan tokoh Sudin dan Ampon Yan. “Mereka aktor hebat,” komentar Teuku Riefky dan langsung menyalami keduanya dan para pemain lain seusai pertunjukan.

Sayangnya, pertunjukan tidak begitu ramai dihadiri penonton. Teater Komedi Ampon Yan dimainkan selama dua malam 9-10 September. Kehadiran Ampon Yan merupakan bagian dari acara “Panggong Aceh” di Jakarta Bersama - sama dengan pertunjukan Rapa-i Tuha dari Lamreung Aceh Besar. Kegiatan itu dibiayai oleh Disbudpar Aceh. Penyelenggara, Agus PMTOH, berhasrat menghadirkan Panggong Aceh tiap tahun dengan materi seni berbeda. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help