SerambiIndonesia/

Hati-Hati, Ini Dia Kosmetik Kecantikan Berbahaya yang Beredar di Aceh

Salah satu produk kecantikan yang banyak dicari perempuan di Aceh adalah kosmetik cream pemutih wajah.

Hati-Hati, Ini Dia Kosmetik Kecantikan Berbahaya yang Beredar di Aceh
SERAMBI/BUDI FATRIA
Produk kosmetik kecantikan berbahaya dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar oleh BBPOM Aceh, di Aula kantor tersebut, Selasa (12/9/2017) pagi. 

Laporan Budi Fatria | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Di era yang serba modern ini sudah jarang menjumpai perempuan yang tidak menggunakan produk kecantikan atau kosmetik.

Salah satu produk kecantikan yang banyak dicari perempuan di Aceh adalah kosmetik cream pemutih wajah.

Demi mendapatkan kulit wajah yang terlihat putih bersih aduh hai, para perempuan tidak keberatan untuk membeli cream pemutih wajah dengan harga yang cukup mahal.

Baca: Ini Rincian Kosmetik Ilegal Disita di Lhokseumawe, Bisa Menyebabkan Kanker

Dari sekian banyak kosmetik yang disita pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh.

Salah satu produk kosmetik yang banyak dicari oleh kaum perempuan di Aceh, adalah cream pemutih wajah bermerek Temulawak Gold. 

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar oleh BBPOM Aceh, di Aula kantor tersebut, Selasa (12/9/2017) pagi. 

"Penemuan kosmetik ini tetap ada, karena pingin cepat cantik, tapih cantik karena produk ilegal, itu tidak pas. Kaum ibu-ibu gunakanlah kosmetik yang sudah terdaftar di BBPOM," ujar Zulkifli Kepala BBPOM Aceh. 

Baca: Rokok Ilegal Senilai Rp 156 Juta Dimusnahkan, tapi Ada yang Masih Disimpan, Kenapa?

Mereka tetap mengawasi produk-produk kosmetik ilegal, yang lebih penting lagi bagaimana konsumen memberdayakan dirinya sendiri.

"Untuk dapat melindungi dari pengguna produk-produk yang berbahaya terhadap kesehatan," tambahnya. 

BBPOM Aceh terus mempublis apa saja produk kosmetik yang dilarang edar.(*) 

Baca berita selengkapnya di Serambi Indonesia edisi Rabu (13/9/2017)

Penulis: Budi Fatria
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help