SerambiIndonesia/

Tafakur

Penghalang

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan

Penghalang

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, mereka itu satu sama lain lindung-melindungi” (QS. Al Anfal: 72).

Bila membuka kembali sejarah kehidupan para nabi, akan ditemukan bahwa mereka (para nabi) adalah orang-orang yang punya kepedulian yang tinggi, lebih-lebih terhadap orang-orang yang tertindas. Orang-orang beriman yang hidup, misalnya, pada masa Nabi Muhammad SAW dan masa-masa selanjutnya juga menunjukkan kepeduliannya. Hingga ribuan tahun setelah itu, semakin banyak yang mengikuti Nabi SAW, meskipun pada saat yang sama juga muncul para penghalang.

Para penghalang bukan hanya tak peduli orang-orang tertindas, tetapi juga berpeluang menjadi penindas. Misalnya, di saat ada sebahagian orang yang peduli terhadap orang-orang yang tertindas seperti kaum Rohingya, langsung mengeluarkan kata-kata yang bersifat menghalanginya, meruntuhkan semangat orang-orang yang peduli atau menganggap penindasan itu sebagai hal yang biasa terjadi sehingga tak perlu dibesar-besarkan. Secara tidak langsung, itu berarti menindas karena membiarkan penindasan berlangsung terus.

Namun bagi orang-orang beriman, menghadapi para penghalang untuk berbuat kebaikan bukan hal baru lagi. Selalu ada dari zaman ke zaman, termasuk pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Munculnya para penghalang tidak menghentikan rasa kepedulian terhadap orang-orang tertindas, apalagi yang seiman. Di hati orang-orang beriman telah tertanam kuat di hatinya kewajiban untuk senantiasa menuruti perintah Allah untuk berjihad dengan apa yang mampu, termasuk dengan hartanya

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help