SerambiIndonesia/

Selain Muslim, Ternyata Militer Myanmar juga Bantai Penganut Budha, Salah Apa Mereka?

Mereka terpaksa melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh untuk menyelamatkan diri karena tak dianggap sebagai warga negara Maynmar.

Selain Muslim, Ternyata Militer Myanmar juga Bantai Penganut Budha, Salah Apa Mereka?
Aliansi Solidarity untuk Rohingya
Kolase Rohingya 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Umat muslim minoritas di Myanmar, Rohingya, saat ini menjadi sasaran pembantai militer Myanmar.

Mereka terpaksa melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh untuk menyelamatkan diri karena tak dianggap sebagai warga negara Maynmar.

Kriminalisasi terhadap Rohingya sudah lama terjadi.

Baca: LIVE STREAMING Konferensi Internasional Peran Pemuda Aceh dalam Menanggulangi Krisis di Rohingya

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Burma Human Rights Network, Kyaw Win pada acara konferensi internasional yang bertajuk “Peran Pemuda Aceh dalam Memahami dan Menanggulangi Krisis Kemanusiaan Minoritas Muslim Myanmar" di Aula Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (12/9/2017).  

Dia menyampaikan, penyebab terjadinya konflik di Burma (Myanmar) lebih disebabkan oleh adanya kesalahan kebijakan dari pemimpin negara. Selama ini ada kebijakan yang sama dari setiap pemimpin negara terhadap kaum minoritas walaupun rezim kepemimpinannya berganti-ganti.

Kebijakan ini juga disebabkan oleh pengaruh militer yang berkuasa.

“Persekusi puluhan tahun yang telah dialami oleh muslim minoritas di Myanmar tidak bisa berubah walaupun orangnya sudah mundur tapi kebijakannya tetap sama,” katanya dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Shadia Marhaban.

Baca: PBB: Lebih dari 1.000 Orang Dibunuh di Myanmar, Mayoritas Muslim Rohingya

Yang mengejutkan ternyata pembantaian tersebut tidak hanya dirasakan muslim, tapi juga oleh suku yang beragama Kristen dan Budha sendiri.

“Tidak hanya muslim yang diperkusi, tapi juga Kristen dan kaum Budha, bahkan telah lama mereka daripada muslim karena bukan suku dari mayoritas. Bedanya, pembunuhan Rohingya sangat sistematis,” ujarnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help