SerambiIndonesia/

BBPOM Sita Obat Kuat dan Pemutih

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menyita obat tradisional berupa

BBPOM Sita Obat Kuat dan Pemutih
KEPALA Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, Zulkifli memperlihatkan sejumlah kosmetik krim pemutih wajah, pada konferensi pers, di aula kantor tersebut, Selasa (12/9). 

BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menyita obat tradisional berupa obat kuat dan kosmetik krim pemutih wajah tanpa izin edar (TIE) dari toko kosmetik di empat kabupaten/kota di Aceh, yaitu Lhokseumawe, Langsa, Bireuen, dan Pidie. Barang-barang itu disita dalam operasi gabungan nasional yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia pada 5-6 September 2017.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Drs Zulkifli Apt dalam konferensi pers di Aula BBPOM setempat, Selasa (12/9), menyebutkan, jumlah kosmetik TIE yang disita sebanyak 142 item (merek), terdiri atas 4.072 pcs dengan nilai ekonomi Rp 52.157.000. Sedangkan obat tradisional TIE sebanyak 25 item 319 pcs dengan nilai ekonomi Rp 2.746.000. Total nilai ekonominya Rp 54.903.000.

“Temuan barang kosmetik tanpa izin edar ini terdiri atas sediaan rias mata, untuk rambut, krim pemutih, dan lipstik. Sedangkan obat tradisional yang ditemukan berupa jamu stamina pria, jamu asam urat, dan pi kang suang,” sebutnya.

Dikatakan, operasi yang dilaksanakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian setempat itu dilakukan untuk melindungi masyarakat Aceh dari penggunaan bahan berbahaya yang berisiko pada kesehatan.

Sebelumnya, menurut Zulkifli, pihaknya juga sudah menginvestigasi ke daerah-daerah yang rawan peredaran barang-barang yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri (air raksa) dan tanpa izin edar. “Setelah dipetakan, di Aceh operasi gabungan nasional dilakukan di empat kabupaten/kota tersebut. Namun, tidak tertutup kemungkinan daerah lain juga ada,” kata Zulkifli.

Dikatakan, kosmetik dan obat tradisional yang disita itu bukan produksi rumah tangga, tapi dari luar negeri yang masuk ke Indonesia tanpa izin edar BBPOM. Disebutkan, dari sejumlah barang yang disita itu umumnya ditemukan kosmetik pemutih kulit yang beredar secara ilegal mengandung merkuri yang dapat membahayakan pengguna. Misalnya, kanker kulit, kerusakan pada ginjal dan hati, sehingga konsumen harus melakukan cuci darah.

Terkait proses masuknya barang-barang tersebut ke Aceh, ia mengatakan pintu masuknya itu dari Medan atau pelabuhan tikus. Karena itu, lanjutnya, diperlukan kerja sama dengan Bea Cukai, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh untuk mengawasi beredarnya produk-produk tersebut.

“Kepada masyarakat kami imbau untuk berhati-hati dalam memilih produk kosmetik dan dilihat izin edarnya sebelum membeli. Salah satu caranya, dapat dilihat melalui aplikasi CekBPOM yang dapat diunduh secara gratis di play store. Setelah diunduh, lalu dimasukkan nomor registrasi produk. Bila terdaftar, akan ada keterangan terkait produk tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mengawasi penjualan kosmetik secara online. “Kita punya trik khusus untuk mengawasi situs-situs penjual produk kosmetik secara online,” sebut Zulkifli dalam konferensi pers yang juga dihadiri Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan, Drs Hasbi Apt MM, serta Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Dra Cut Safrina Indriawati Apt MKes.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help