SerambiIndonesia/

Kota Langsa Terendam

Akibat diguyur hujan lebat sejak Senin (11/9) malam, sejumlah ruas jalan dan permuiman di pusat Kota Langsa

Kota Langsa Terendam
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Jalan tergenang di Langsa 

LANGSA - Akibat diguyur hujan lebat sejak Senin (11/9) malam, sejumlah ruas jalan dan permuiman di pusat Kota Langsa terendam banjir genangan dengan ketinggian air 30 Cm hingga setengah meter.

Meski hujan hanya berlangsung sekitar satu jam, namun kota ini dengan cepat terendam disebabkan drainase kota tak mampu mengalirkan air ke muara sungai. Ditambah lagi air laut sedang pasang, membuat aliran air bergerak lamban, bahkan air pasang masuk ke kota melalui saluran induk di Jalan Sudirman.

“Selain itu, pintu penutup saluran di Jalan Iskandar tak bisa dibuka, membuat air dengan cepat menggenangi jalan hingga masuk ke ruko di sepanjang jalan hingga ke arah gedung Unsam lama,” kata Abok, warga setempat. Menurutnya, baru kali ini rumah toko (ruko) di kawasan itu kemasukan air yang meluap dari drainase.

Karena beton penutup saluran tak bisa dibuka, sebagian warga pun terpaksa membobol pinggiran drainase hingga membentuk lubang agar air yang menggenangi jalan bisa mengalir masuk ke saluran pembuangan tersebut.

Amatan Serambi, titik banjir genangan itu terjadi di Simpang Melati, Tugu Pase kawasan Jalan Sudirman, kawasan ruko di Jalan T Umar, serta sepanjang jalan antara Aspol dan RSUD Langsa.

Selain itu, banjir juga menggenangi jalan sekitar Pusat Pasar Langsa (Latos-red), jalan antara Lapangan Merdeka dan Taman Bambu Runcing, Jalan TM Zein arah Gampong Daulat, termasuk areal Lapangan Merdeka, dan sejumlah ruas jalan antardesa di sekitarnya.

Air juga mengenangi daerah permukiman di Gampong Meurandeh Kloneng (Kecamatan Langsa Lama), Gang Keluarga Gampong Jawa (Kecamatan Langsa Kota), Jalan Perumnas Gampong Paya Bujok Seuleumak (Kecamatan Langsa Baro).

Bahkan gedung Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Madinatuddiniyah Al-Mukarramah di Gampong Paya Bujok Teungoh (Kecamatan Langsa Barat), juga kemasukan air hingga setinggi 40 cm. Sehingga aktivitas pengajian anak-anak di sana terhenti.

Pimpinan LPI Madinatuddiniyah Al-Mukarramah, Tgk Sulaiman Muda SPdI, mengaku setiap hujan lebat, halaman LPI itu selalu tergenang air hingga setengah meter. “Setiap hujan kami selalu kebanjiran, karena saluran drainase yang ada di depan LPI, sudah rusak sejak lama dan belum diperbaiki,” katanya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Langsa, Syamsul Bahri yang dikonfirmasi Selasa (12/9), mengatakan bahwa tingginya instensitas hujan malam pada Senin (11/9) malam itu, bersamaan dengan naiknya air pasang di laut. “Sehingga menghambat aliran air menuju muara pembuangan, dan akhirnya membuat sejumlah jalan dan permukiman tergenang,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa drainase yang ada sudah tak mampu lagi menampung volume air. Sehingga air meluber ke jalan, seperti yang terjadi di Jalan Sudirman, Simpang Pase, Simpang Melati, dan sejumlah titik lainnya. “Mungkin perlu dibuat saluran induk baru, untuk menambah saluran (drainase) di kawasan pusat Kota Langsa,” ujarnya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help