SerambiIndonesia/

Pemain Tunggal di Hutan Beutong

PENANGKAPAN Kapolsek Beutong atas dugaan keterlibatan illegal logging menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat

Pemain Tunggal di Hutan Beutong
Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi didampingi Kasatreskrim AKP Iswar, melihat proses pemeriksaan terhadap Kapolsek Beutong berinisial Iptu WA di mapolres setempat, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, setelah sebelumnya ditangkap terkait kasus dugaan ilegal logging, Selasa (12/9) siang. 

PENANGKAPAN Kapolsek Beutong atas dugaan keterlibatan illegal logging menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Nagan Raya sejak dua hari terakhir. Informasi yang sebelumnya beredar terbatas itu semakin meruyak ketika Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi menyampaikannya secara terbuka ke publik melalui konferensi pers, Selasa (12/9).

Kapolres Mirwazi menegaskan bahwa Kapolsek Beutong, Iptu WA yang diduga kuat sebagai pelaku tunggal dalam kasus illegal logging akan ditindak tegas yang sekaligus diproses secara kode etik internal kepolisian.

Kepada penyidik yang memeriksanya, Iptu WA mengakui ratusan batang kayu yang sudah diamankan di Mapolres Nagan Raya adalah miliknya sendiri. Tidak ada pelaku lain yang terlibat. Artinya, Iptu WA adalah pemain tunggal dalam kasus penebangan kayu di kawasan hutan lindung Beutong.

Menurut Kapolres Nagan Raya, atas perbuatannya itu, Iptu WA dibidik dengan Pasal 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana di atas 10 tahun penjara.

“Meski Iptu WA mengaku tidak ada pelaku lain namun kita masih terus menggali keterangan untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut,” demikian AKBP Mirwazi.(edi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help