SerambiIndonesia/

Ratusan Jambo Khop Dibongkar

Karena diduga kerap dijadikan tempat mesum, objek wisata gubuk Ali-ali atau lebih dikenal dengan sebutan

Ratusan Jambo Khop Dibongkar
SERAMBI/MUSLIM ARSANI
Satpol PP berserta kepolisian Bener Meriah, membongkar jambo khop dikawasan Ali-Ali, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Selasa (12/9/2017). 

* Karena Kerap Jadi Tempat Mesum

REDELONG - Karena diduga kerap dijadikan tempat mesum, objek wisata gubuk Ali-ali atau lebih dikenal dengan sebutan Jambo Khop di jalan Takengon-Bireuen, kawasan Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Selasa (12/9) dirobohkan anggota Satpol PP bersama polisi setempat. Pembongkaran itu dipimpin Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE dan Wakilnya Abuya Sarkawi,

Satu per satu gubuk yang berjumlah ratusan itu dibongkar dan dirobohkan petugas. Gubuk itu selama ini dijadikan muda-mudi sebagai tempat rekreasi, bahkan sering dijadikan tempat mesum. Pasalnya, gubuk itu tertutup, hanya kaki pengunjung saja yang tampak jika dilihat dari luar. Bahkan saat pembongkaran kemarin, pada tempat yang kerap dikunjungi pasangan muda-mudi ini ditemukan alat kontrasepsi bekas pakai.

Warga yang menyaksikan penertiban dan pembongkaran itu, Iwan Kurnia, mengapresiasi langkah pemimpin baru Bener Meriah itu. Soalnya, dari beberapa bupati yang pernah menjabat, baru kali ini ada yang berani menertibkan dan pembongkaran Jambo Khop tersebut.

“Dari tiga bupati yang pernah menjabat di Bener Meriah, kita patut akui keberanian bupati ini, karena sebelumnya sangat susah Jambo Khop dibongkar,” kata Iwan.

Bupati Bener Meriah, Ahmadi, menyatakan, ia dan pemilik objek wisata Ali-Ali sudah berjanji akan memperbaiki objek wisata tersebut menjadi objek wisata islami. Dikatakan, jambo khop juga akan ditata menjadi lebih baik, agar ke depan bisa menangkis opini miring di masyarakat mengenai daerah wisata tersebut.

Dalam proses tersebut, ia berharap masyarakat berhenti berasumsi miring terhadap Jambo Khop, karena ke depan akan diubah menjadi lebih islami. “Kami minta masyarakat tak lagi berpikiran miring terhadap Ali-Ali (Jambo Khop) ini, karena objek wisata ini akan kita benahi dengan konsep yang tak bertentangan dengan syariat islam,” tegas Ahmadi.

Bupati juga berjanji akan mengubah konsep tempat duduk bagi pengunjung yang selama ini hanya tersedia satu tempat duduk dan tertutup. “Saya akan sosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” tambah Ahmadi yang disetujui Pemilik Jambo Khop, Abdullah Ali Ginting Munthe, atau yang kerap disapa Bedul.

Wakil Bupati Bener Meriah, Abuya Sarkawi, menambahkan, pemilik objek wisata hendaknya memperhatikan kearifan lokal, temasuk menjaga syariat Islam yang dijalankan di Aceh. Sebab, masalah itu merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Silakan membua bisnis obyek wisata, tapi jaga pelaksanaan syariat Islam,” tegas Sarkawi yang juga merupakan pendiri pondok pesantren Bustanul Arifin itu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help