SerambiIndonesia/

13 Raqan Dipacu dalam Waktu 3 Bulan

Tenggat waktu pembahasan dan pengesahan raqan prioritas 2017 tinggal tiga bulan lagi

13 Raqan Dipacu dalam Waktu 3 Bulan

BANDA ACEH - Tenggat waktu pembahasan dan pengesahan raqan prioritas 2017 tinggal tiga bulan lagi. Sementara jumlah raqan yang belum dibahas dan disahkan, masih ada 13 lagi dari total 15 raqan. Karena itu, sisa waktu yang ada akan digunakan untuk memacu pembahasan raqan, yang dimulai sejak Rabu kemarin.

“Raqan prioritas yang pembahasannya sedang diintensifkan antara lain Raqan Perubahan Badan Hukum PDPA menjadi Perseroan Terbatas (PT), Raqan Bantuan Hukum bagi Fakir Miskin, Raqan Himne Aceh, dan beberarapa raqan lainnya,” kata Ketua Badan Legislasi DPRA, Abdullah Saleh, kepada Serambi, Rabu (13/9).

Dari 13 sisa raqan prioritas itu, Abdullah Saleh menyebut, ada dua yang telah selesai melalui proses Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), yaitu raqan Tata Cara Pemberian Pertimbangan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Raqan Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sedangkan RDPU Raqan Bantuan Hukum Bagi Fakir Miskin akan dilaksanakan pada Kamis (14/9) hari ini.

“Ketiga raqan ini kita targetkan bisa disahkan pada bulan depan. Sisanya, 10 atau 9 raqan lagi akan disahkan menjelang akhir tahun,” ucapnya.

Selain tiga raqan tersebut, masih ada satu raqan lagi yang pembahasannya terus diintensifkan, yaitu Raqan Himne. Abdullah Saleh mengatakan, raqan ini merupakan inisiatif dewan, sehingga draf dan himne-nya harus dibuat oleh DPRA.

Draft raqan tersebut harus disiapkan Banleg yang ditunjuk sebagai pembahas. Namun sebelum itu, Banleg terlebih dahulu harus membuat sayembara lagu Himne Aceh. Panitia sayembara ini juga sudah terbentuk. Untuk Ketua Steering Comittee (SC/Pengarah), ditunjuk Abdullah Saleh, sedangkan Ketua Organizing Comittee (OC/Pelaksana) Bardan Sahidi.

Abdullah Saleh memperkirakan, butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan draft Raqan Himne tersebut dan disahkan paling cepat pada akhir tahun 2017. Namun begitu, ia berjanji akan bekerja maksimal agar raqan Himne Aceh bisa tuntas tahun ini.

“Kalau disahkan tahun ini, maka tahun depan, setiap ada kegiatan acara resmi, lagu Himne Aceh ini bisa dinyanyikan. Ini penting sebagai implementasi dari MoU Helsinki dan UUPA,” tutur Abdullah Saleh.

Selain Raqan Himne, ada satu lagi raqan yang merupakan usulan inisiatif DPRA, yaitu Raqan Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan. Raqan ini dianggap penting karena terkait dengan ketersediaan lahan pangan produktif di kemudian hari.

“Pimpinan Dewan telah menetapkan pansus yang akan menyiapkan drafnya. Pansus telah dibentuk dan diharapkan bisa terus bekerja, karena sisa waktu yang tersedia tinggal 3 bulan lagi,” demikian Abdullah Saleh.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help