SerambiIndonesia/

Dua Lagi Penculik Warga Bireuen Diciduk

Kepolisian Resor (Polres) Bireuen berhasil menangkap dua lagi tersangka penculik Harmaili (30), warga Desa

Dua Lagi Penculik Warga Bireuen Diciduk
Tiga orang tersangka pelaku penculikan warga Peudada Bireuen beberapa waktu lalu sedang di Mapolres Bireuen, Rabu (13/9). SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

BIREUEN - Kepolisian Resor (Polres) Bireuen berhasil menangkap dua lagi tersangka penculik Harmaili (30), warga Desa Bungo, Kecamatan Peudada, Bireuen, Rabu (13/9). Mereka adalah Razali alias Tentara Sikureng bin Usman (32) dan Mukhtarrizal alias si Tar bin Syamsuddin (27), keduanya warga Desa Blang Reuling, Kota Juang, Bireuen.

Dengan diciduknya dua tersangka tersebut, kini sudah tiga orang yang berhasil ditangkap aparat Polres Bireuen. Tersangka lainnya adalah Didi alias Komeng yang diringkus di rumahnya, Desa Cot Jrat, Kota Juang, Minggu (10/9). “Jadi, tinggal dua tersangka lagi yang terus diburu,” kata Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian, KBO Reskrim Aiptu T Saiful Mahdisyah bersama sejumlah anggota lainnya dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen kemarin.

Penangkapan dua tersangka pada Rabu lalu itu, kata Kapolres Bireuen, dimulai dari hasil penyelidikan tim gabungan yang sedang berada di lapangan. Tim pemburu dipimpin Wadir Reskrimum Polda Aceh, AKBP Wawan Setiawan SH SIK bersama Tim Opsnal gabungan Sat Intelkam, Sat Reskrim, Tim Jatarnas Polda Aceh, serta BKO Brimob Polda Aceh, termasuk anggota Densus 88.

Tim ini mendapat info bahwa tersangka sedang berada di Kota Langsa dalam rangka melarikan diri. Lalu, tim pemburu dari berbagai unit, mulai dari Polres Bireuen, Polda Aceh, dan Densus 88 bertolak ke Langsa. Setiba di Langsa, Rabu (13/9) sekitar pukul 05.00 WIB, tim gabungan berhasil meringkus keduanya di sebuah tempat dan langsung diboyong ke Bireuen, karena peristiwa itu locus delictie-nya di Bireuen.

Setelah ditangkap, kepada kedua tersangka ditanyakan senjata api (senpi) jenis apa dan milik siapa yang mereka gunakan saat menculik Harmaili. Akhirnya, Razali mengaku bahwa senjata yang mereka gunakan adalah senjata serbu jenis AK-45. Seusai beraksi, senpi itu pun ia tanam di pekarangan rumahnya.

Tim kemudian mencari senpi itu. Tapi saat ditemukan bukan di pekarangan rumah, melainkan di dapur rumah Razali dalam keadaan tertanam di tanah pada bagian dapur.

Sejauh ini, polisi telah menyita dua mobil dan sepucuk senpi AK-47 bersama 55 butir pelurunya.

Adapun tersangka, menurut Kapolres, jumlahnya lima orang. Karena tiga sudah ditahan, tinggal dua orang lagi yang masih diburu. Nama mereka sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Masing-masing atas nama Baron, warga Desa Geulanggang Teungoh dan Ham yang beralamat di Aceh Timur.

Selain berhasil menangkap tiga pelaku penculikan, aparat Polres Bireuen juga mendapatkan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan tersangka dalam aksinya beberapa hari lalu.

Dalam jumpa pers kemarin, Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto memperlihatkan tersangka kepada media bersama sejumlah barang bukti yang sudah diamankan.

Barang bukti itu berupa dua unit mobil, yaitu satu Nissan X-Trail dan satu sedan Yaris, satu senjata laras panjang bersama 55 butir peluru, satu magasin, dan sejumlah handphone.

Disebutkan, selongsong yang ditemukan di lokasi penculikan sama halnya dengan peluru yang diperoleh saat senjata didapatkan.

“Senjata ditanam di dapur rumah Razali. Anggota menggali dan mendapatkan barang bukti penting, yakni senjata yang digunakan tersangka dalam aksi kejahatan,” ujarnya.

Senjata api yang digunakan pelaku akan diperiksa di laboratorium Medan. “Senjata kita bawa ke laboratorium di Medan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kapolres Bireuen. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help