SerambiIndonesia/

Rektor UIN Farid Wajdi tidak Berdoa Lagi untuk Timur Tengah, Ini Alasannya

Dia mengatakan bahwa Indonesia masih untung karena walaupun penduduknya berbeda agama dan suku tapi tidak saling bertikai.

Rektor UIN Farid Wajdi tidak Berdoa Lagi untuk Timur Tengah, Ini Alasannya
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA saat berorasi mengecam yahudi di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Minggu (6/8/2017). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA menyatakan bahwa sikap radikalisme selalu dikaitkan dengan agama sehingga menimbulkan kekacauan.

Farid menyampaikan hal itu dalam pertemuan para rektor dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang berlangsung di Balai Senat Gedung Kantor Pusat Administrasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Kamis (14/9/2017).

(Baca: Rektor UIN: Paradigma Berpikir Masyarakat Harus Ikut Berubah)

Dia mengatakan bahwa Indonesia masih untung karena walaupun penduduknya berbeda agama dan suku tapi tidak saling bertikai.

(Baca: Orasi Kecam Yahudi, Rektor UIN Berteriak Luapkan Amarah di Masjid Raya)

Berbeda dengan kondisi di Timur Tengah yang kacau antar sesama.

(Baca: VIDEO: Nuansa Timur Tengah di Masjid Baitul Musyahadah Seutui)

"Negara-negara di Timur Tengah, yang sama agama sama bahasa, masih terjadi pertikaian juga. Saya tidak berdoa lagi untuk mereka. Kita bangsa Indonesia yang berbeda agama dan suku masih bersatu," katanya yang membuat peserta lain tertawa.

(Baca: Menjaring Wisatawan Timur Tengah ke Aceh)

"Diperhitungkan oleh para ahli, kalau keadaan ini tidak di menej dengan baik, kita akan hancur. Makanya perlu diantisipasi hal yang dapat memecah belahkan Indonesia," ujar dia.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help