SerambiIndonesia/

Rumah Berisi BBM Terbakar

Sebuah rumah berisi puluhan drum bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah dan pertalite di Jalan

Rumah Berisi BBM Terbakar
Api dan asap hitam membumbung ke udara saat kebakaran satu unit rumah di Jalan Ateuk Jawo Lr Tgk Imum, Dusun Tgk Lamdom, Gampong Ateuk Jawo, Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (13/9). Rumah tersebut digunakan sebagai pangkalan BBM oleh penyewanya. SERAMBI/BUDI FATRIA

* Seorang Pemuda Alami Luka Bakar

BANDA ACEH - Sebuah rumah berisi puluhan drum bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah dan pertalite di Jalan Sawah, Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (13/9) sekitar pukul 11.10 WIB, terbakar.

Kebakaran rumah milik PNS bernama Zulfan (40) yang disewakan kepada Heriadi (37) ini mengundang perhatian masyarakat, sebab mengeluarkan asap hitam pekat disertai ledakan.

Amatan Serambi, kobaran api disertai asap hitam yang membumbung tinggi itu sangat sulit dipadamkan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh yang mengerahkan 10 armada dan empat unit dari Aceh Besar, sulit menjangkau lokasi, karena sempit dan dipenuhi warga.

Ledakan seperti suara meriam karbit beberapa kali terdengar dari lokasi. Di rumah yang terbakar itu, terlihat satu mobil pikap hangus bersama puluhan drum minyak yang berserakan. Api bahkan turut menjilat dinding rumah di sebelahnya, sebelum berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepala DPKP Banda Aceh, Drs Ridwan mengatakan, selain menghanguskan seisi rumah, api juga sempat menyambar pemuda yang bekerja di pangkalan minyak itu. Saat itu, sebutnya, Heriadi bersama pekerjanya, M Rifki (25) sedang memindahkan BBM menggunakan mesin pompa seukuran genset.

Tiba-tiba, terjadi korsleting pada mesin tersebut, sehingga api menyambar drum berisi minyak di sekitarnya serta satu mobil Carry pikap BL 8321 LV. Heriadi spontan lari untuk mencari pertolongan, sedangkan Rifki yang telat bergerak terbakar di sekujur tubuhnya, sebelum dilarikan ke RS Pertamedika Ummi Rosnati.

“Heriadi mengaku sedang memompa minyak, tiba-tiba keluar percikan api dari mesin dan langsung menyambar semuanya,” ujar Ridwan. Pihaknya menggunakan air sekaligus racun api karena api sangat sulit dipadamkan. Petugas juga dibantu DPKP Aceh Besar, Polresta serta Polsek Baiturrahman, TNI, relawan radio komunikasi, dan warga sekitar lokasi.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH, melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Ferdi Dekio SIK, kepada wartawan, kemarin, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail apakah keberadaan rumah yang dijadikan pangkalan minyak tersebut legal atau ilegal serta terdata atau belum.

Intinya, sebut Kapolsek, kasus kebakaran itu masih dalam penyelidikan pihaknya dibantu Polresta Banda Aceh dan Inafis Polda Aceh. “Informasi yang kami peroleh, minyak dari rumah itu dijual ke pengecer. Terlepas benar atau tidaknya informasi tersebut, kami masih belum berani memastikannya. Sebab, semua itu masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Ditanya kebenaran isu yang menyatakan rumah itu anggota polisi, Ferdi menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan diketahui bahwa usaha tersebut tanggung jawab Heriadi.

Sementara itu, warga setempat yang ditemui Serambi, kemarin, mengaku tidak tahu ada pangkalan minyak menyerupai gudang penyimpanan BBM di desa mereka. Sebab, menurut warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu, rumah sewa yang disulap menjadi pangkalan minyak itu berada di permukiman. Dikatakan, sebagian besar warga Ateuk Jawo tak tahu kalau rumah sewa itu dijadikan pangkalan minyak.

“Kami tidak tahu ada gudang penyimpanan minyak di desa kami. Ini kan aneh, karena kami orang sini. Karena itu, hal ini perlu diselidiki oleh Pertamina atau polisi,” ungkap warga tersebut.(fit/mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help